oleh

Akosiak Pamerkan Karya Pada di JCC Jakarta

Siak (HR)-Dengan mengusung brand dan tema Akosiak, Tim Ikkon (Inovatif dan Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara) penempatan Siak memamerkan karya fashion mereka dalam perhelatan Indonesia Fashion Week (IFW) bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Minggu (31/03).

Berbagai karya kolaborasi Tim Ikkon dari berbagai daerah dipamerkan di runway, dengan tema Sarong Revisited persembahan Kopikkon (Koperasi Ikkon Bersama), sebuah wadah terdepan dalam pemberdayaan dan pengembangan produk-produk ekonomi kreatif Indonesia.
Acara ini dibuka sambutan dari Joshua Simanjuntak, Deputi Bidang Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Joshua menuturkan bahwa fashion adalah komoditi ekspor terbesar dari bidang ekonomi kreatif di Indonesia, yaitu sekitar 54,54 persen, dan menyerap tenaga kerja sekitar 16 juta orang.

“Jadi, fashion adalah salah satu sektor unggulan di dalam Badan Ekonomi Kreatif,” ujarnya.
Daya tarik fashion yang luar biasa, membuat salah satu anggota Tim Ikkon Siak, Fatimah ‘Fa’ Rangkuti, memutuskan untuk menggelutinya.
Sebelumnya, tugas Fa di Tim Ikkon Siak adalah sebagai Desainer Komunikasi Visual. Namun pada perjalanannya, Fa memutuskan untuk turut berkontribusi di dunia fashion dengan menggali berbagai entitas wastra khas Siak.

“Koleksi ini terinspirasi dari berbagai warna yang ada di tenun Siak. Karena warnanya sudah begitu beragam, saya menggunakan padanan warna putih pada karya saya agar warna-warna khas Tenun Siak bisa menjadi fokus,” ujar wanita yang pernah menjadi dosen di Kamboja ini.
Dia lantas berkolaborasi dengan desainer fashion Tim Ikkon, Dede Ananta, yang sama-sama mengimplementasikan tenun Siak pada karya mereka. Keistimewaan dari fashion show persembahan Kopikkon ini adalah diberikannya kesempatan dan apresiasi pada pengrajin lokal untuk turut naik panggung.

Berbagai daerah di Indonesia yang bekerja sama dengan Kopikkon dan berkesempatan untuk memamerkan karyanya kali ini, di antaranya adalah Belitung, Toraja Utara, dan Brebes.
Pada akhir show Akosiak, Zurna Peni, pengrajin tenun dari Mempura dan selaku kolaborator tenun Siak hadir di atas panggung, bersama dengan desainer Fa Rangkuti dan Dede Ananta.
Sementara pada akhir keseluruhan pagelaran, semua desainer, model, dan kolaborator berkesempatan untuk berfoto bersama di atas panggung dengan jajaran pejabat Bekraf termasuk Kepala Bekraf, Triawan Munaf, dan pejabat daerah. Pemerintah Kabupaten Siak diwakili oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Said Muzani.

Ikkon adalah tim yang terdiri dari pelaku kreatif yang diutus oleh Bekraf untuk membuat kolaborasi dengan pengrajin lokal di tempat penempatan masing-masing. Tiap tahunnya, ada 5 kabupaten yang menjadi tempat tujuan Ikkon.

Pada tahun 2018, lokasi penempatan Ikkon ada di Belitung, Singkawang, Dompu, Wakatobi, dan Siak. Tim Ikkon di Siak terdiri dari 12 orang yang memiliki pengalaman profesional di bidangnya masing-masing sebelum akhirnya disatukan dalam proyek ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Lampung, Jakarta sampai Pontianak.(Rls)

Comments

News Feed