oleh

Pencatatan & Pelaporan KB Rohil hanya 73 Persen

BAGANSIAPIAPI (HR)-Sekretaris Daerah Rohil membuka acara Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Pengelola Keluarga Berencana (KB) se-Rohil. Dalam acara itu disampaikan bahwa cakupan pencapaian pencatanan dan pelaporan tahun 2018 mencapai 73,23 persen. Acara dilaksanakan di Aula Hotel Armarossa, Senin (1/4) pagi.

“Banyak yang masih belum terlaporkan, padahal hasil pencatatan dan pelaporan merupakan hal yang sangat penting, karena nantinya dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil suatu kebijakan,” katanya.

Untuk itu, Sekda berharap, tahun 2019 ada peningkatan bahkan dengan sudah dilengkapinya sarana oleh pusat maka bisa mencapai 100 persen.

“Harus meningkat saya yakin dengan alat yang sudah lengkap sekarang bisa 100 persen untuk tahun ini,” ujar Sekda.

Bahkan Sekda membandingkan saat ini Indonesia sebagai negara terpadat keempat didunia, pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkat harus ditekan sesuai dengan program pemerintah saat ini.

“Kalau dulu petugas KB meski tak ada gaji tapi programnya jalan, apalagi saat ini alat sudah lengkap dan ada gajinya dan masyarakat juga sudah banyak yang sadar pentingnya program KB sehingga tinggal diarahkan saja,” tegas Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Rokan Hilir Sri Rahayu mengatakan bahwa pelatihan diikuti sebanyak 50 orang yang terdiri dari Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Operator dan staf dinas P2KBP3A Rohil.

“Peserta dilatih sehingga tidak ada kesalahan-kesalahan, kalau tidak kita latih malah nanti data tidak akurat. Kegiatan juga sebagai bentuk penyegaran sehingga bisa saling berbagi untuk perbaikan jika ada kesalahan sebelumnya,” tegasnya.

Terkait laporan Peserta KB aktif yang berasal dari Peserta Permintaan Masyarakat (PPM) untuk Pasangan Usia Subur (PUS) yang tercatat untuk Rohil 2018 berjumlah 26.472 dan berhasil tercatat dan terlaporkan sejumlah 19.409 atau 73. 32 persen.

“Tahun ini kita optimis bisa meningkat paling tidak diatas 80 persen,” kata Sri Rahayu.

untuk Medis Operasi Wanita (MOW) sudah melebihi target sedangkan Modis Operansi Pria (MOP) belum bisa terpenuhi untuk tahun 2018.

“Mop kita 2019 diberikan 15, karena 2018 dikasih 9 saja tidak terpenuhi dan tercapai. Awalnya saat dinaikkan meski saya sangsi mudah-mudahan dengan langkah lebih awal kita maksimalkam petugas di lapangan,” tegasnya.

Pihaknya juga merangkul ibu penghulu di Rohil ikut mensukseskan program KB bahkan 2018 diberikan biaya operasional untuk menunjang kerja di lapangan.

“PLKB kita se Rohil hanya 5 orang padahal idealnya dua desa itu satu orang atau kalau kita rohil 180 desa lebih paling tidak ada 90 orang tapi karena keterbatasan dana kita hanya bisa memperkerjakan lima orang,” pungkasnya.(hrc/mel)

Comments

News Feed