oleh

Kepala BRG Tinjau Perkebunan Nanas Program Revitalisasi di Desa Pagaruyung

BANGKINANG (HR)-Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengunjungi Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung Raya, Kampar, Kamis (5/4). Di sana, dia disambut Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Ervin Rizaldi, dan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto.

Kedatangannya itu untuk melihat perkebunan nanas yang dikembangkan BRG di wilayah tersebut sejak 2016 lalu. Total terdapat 300 hektare hamparan perkebunan nanas di atas lahan gambut. Pengelolaannya sendiri dilakukan oleh kelompok masyarakat (Pokmas) Mekarsari di wilayah itu.

Dikatakan Nazir Foead, pihaknya terus mendorong program revitalisasi tersebut sepanjang 2019 ini. Dengan adanya program itu akan berdampak luas dengan perbaikan gambut sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Dari rapat kabinet yang dipimpin Bapak Presiden, diprioritaskan membantu masyarakat. Tidak boleh membuka lahan dengan bakar dan kita harus bantu. Kita tindaklanjuti dengan program revitalisasi yang diperkuat,” ungkap Nazir seraya mengatakan sejak adanya program itu, di wilayah tersebut tidak pernah lagi terjadi kebakaran lahan.

Selain memantau perkebunan nanas, Nazir juga menyerahkan enam surat perjanjian kerjasama swakelola (SPKS) yang merupakan bagian dari program revitalisasi ekonomi.

Enam SPKS tersebut terdiri dari satu paket kegiatan budidaya nanas di Desa Pagaruyung, Kampar. Selanjutnya tiga paket kegiatan peternakan sapi untuk tiga pokmas di Kabupaten Bengkalis. Serta satu paket masing-masing budidaya cabai di Bengkalis dan lebah kelulut di Kota Dumai.

“Kita pastikan program (revitalisasi) ini akan terus berlanjut dan diperluas di Provinsi Riau,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa potensi pengembangan perkebunan ramah gambut kepada masyarakat begitu besar, dan harus terus digali.

“Kita sadari masyarakat butuh dukungan untuk mengelola lahan gambut pertanian tanpa Bakr. Lahan produktif, hasilnya bisa berikan dampak ekonomi. Kita bantu mulai dari pembibitan hingga pasca panen,” sebut Nazir.

Sementara itu, Bupati Kampar Catur Sugeng mengatakan, program itu membantu pemerintah setempat dalam mengatasi kebakaran gambut. Dia mengatakan 300 hektare lahan gambut yang kini telah disulap menjadi perkebunan nanas awalnya langganan kebakaran tiap musim kering tiba.

“Alhamdulillah sejak 2015 sampai sekarang tidak terjadi lagi kebakaran, dan justru masyarakat kita terbantu dari sisi ekonomi dengan program ini,” singkat Catur.(dod)

Comments

News Feed