oleh

Wilayah Pesisir Riau Masih Rawan Penyelundupan Narkotika

PEKANBARU (HR)-Wilayah pesisir Riau masih menjadi daerah rawan peredaran gelap narkotika. Itu dibuktikan dengan banyaknya jumlah bandar barang haram tersebut yang diringkus aparat penegak hukum.

Para pelaku yang diamankan, selanjutnya menjalani proses hukum hingga dijebloskan ke sel tahanan, baik di lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan negara (rutan).

Dikatakan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Riau, Muhammad Diah, sebanyak 4.046 bandar narkoba menghuni lembaga lapas dan rutan di Riau. Angka itu diperoleh berdasarkan rekapitulasi jumlah penghuni tindak pidana khusus di jajaran unit pelaksana teknis pemasyarakatan hingga pekan ini.

“Ada 4.046 bandar narkoba yang saat ini kita tahan. Paling banyak di Lapas Klas IIA Bengkalis mencapai 1.021 orang,” ujar M Diah kepada haluanriau.co, Jumat (5/4).

Banyaknya jumlah bandar narkotika di Negeri Seri Junjungan itu bukan tanpa sebab. Bengkalis selama ini dikenal sebagai salah satu pintu favorit jalur penyelundupan gelap narkotika.

Para pelaku memanfaatkan banyaknya pelabuhan tikus di wilayah pesisir Riau yang berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional Selat Malaka tersebut. Sehingga banyak gembong narkotika yang diamankan.

Selain Bengkalis, ratusan bandar narkoba juga mendekam dibalik jeruji sejumlah daerah pesisir Riau lainnya, seperti Kota Dumai. Saat ini, kata M Diah, terdapat 486 bandar narkoba ditahan di Lapas Kelas IIB Dumai.

Selanjutnya 249 di Cabang Rutan Bagan Siapi-Api Rokan Hilir, 367 Lapas Klas IIA Tembilahan, 180 di Rutan Klas IIB Siak Sri Indrapura, 128 di Cabang Rutan Selat Panjang, serta 612 di Lapas Kelas IIB Bangkinang.(dod)

Comments

News Feed