oleh

Polda Sita 3 Kg Sabu dari 4 Tersangka

PEKANBARU (HR)-Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyita tiga kilogram narkotika jenis sabu-sabu. Barang haram yang dibungkus dalam kemasan produk teh dengan aksara mandarin dengan lambang Kaisar Tiongkok itu diamankan dari 4 orang tersangka.

Menurut analisa pihak kepolisian, kemasan sabu itu merupakan jenis keempat yang pernah ditemukan. Dimana sebelumnya, para pelaku yang terlibat kerap membungkus sabu dengan menggunakan kemasan teh, namun tidak seperti yang dijumpai kali ini.

“Bungkusnya teh, tapi tanpa huruf kapital. Huruf cina semua dengan lambang kaisar,” ujar Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadir Resnarkoba) Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi, Senin (8/4).

Dijelaskannya, sabu itu disita dari tangan empat tersangka. Tiga tersangka merupakan warga Pekanbaru masing-masing berinisial YN (40), S (40) dan Jh (50). Sementara seorang tersangka lainnya warga Kota Dumai, berinisial RA (28).

Keempatnya diketahui diringkus di sejumlah lokasi yang berbeda pada akhir Maret 2019 lalu. Pertama, kata Andri, pengungkapan dilakukan di Jalan Lumba-Lumba, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

“Pada pukul 03.00 WIB, kita gerebek sebuah rumah di Jalan Lumba-Lumba. Di sana ditemukan satu kilogram sabu-sabu yang telah dipecah menjadi paket kecil 100 gram,” terang dia.

Tiga tersangka warga Pekanbaru ditangkap di lokasi tersebut. Dari penangkapan itu, Polisi kembali melakukan pengembangan. Hasilnya, Ra, pemuda dari Dumai ditangkap di Hotel Alpha, tidak jauh dari lokasi pertama.

“Dari hotel itu kita hanya menyita plastik bekas sabu dan alat hisap, bong. Kita interogasi dan kembali melakukan pengembangan di sebuah kos-kosan di Jalan Kapling,” sebut Andri.

Dari lokasi ketiga itulah, petugas menyita dua paket besar sabu-sabu bungkus teh aksara mandarin yang disebut sebagai jenis terbaru yang diungkap Polda Riau. Kedua paket sabu-sabu tersebut disita dari jok sepeda motor.

Andri menyebut, keempat tersangka merupakan jaringan narkoba Dumai-Pekanbaru. Namun, peran mereka hanya kurir, sementara bandar dan pengendali masih dalam pengembangan polisi.

Sementara itu, Andri juga mengatakan pihaknya masih mendalami asal muasal serbuk haram itu. Meskipun, dia menduga tiga kilogram narkoba yang berpotensi dapat merusak satu juta generasi bangsa itu berasal dari Malaysia. “Kita masih dalami dari mana (asal sabu itu)? Tapi bisa saja dari Malaysia,” pungkas AKBP Andri.(dod)

Comments

News Feed