in

Korea Selatan Jajaki Investasi di Pelalawan

Tankos Berpotensi Menjadi Kertas

Wakil Bupati Pelalawan Zardewan MM memimpin rapat pertemuan dengan investor asal korea Selatan. (Supendi)

PANGKALAN KERINCI (HR)-Limbah dari tandan buah segar kelapa sawit memiliki manfaat yang besar. Salah satunya, tandan kosong (tankos) itu bisa disulap menjadi kertas.

Itu diketahui dari pemaparan yang disampaikan investor dari Korea Selatan (Korsel) saat bertemu dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan yang dipimpin Wakil Bupati Pelalawan Zardewan di Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) Langgam, Selasa (9/4) petang kemarin.

Dalam pertemuan itu kedua belah pihak menyampaikan potensi yang dimiliki masing masing untuk ditawarkan. Seperti yang disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Syahrul yang turut dalam pertemuan itu.

Dikatakan Syahrul, saat ini Pelalawan merupakan satu dari lima Tekhno Park yang didukung pemerintah pusat dan bergerak di bidang industri hilirisasi hasil pebrik pengolahan kelapa sawit. Tekhno Park itu nantinya akan mengolah hasil produk dari crude palm oil (CPO) seperti sabun, produk kecantikan, hingga bahan bakar minyak yang bahan bakunya dari CPO dengan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan di Indonesia.

Untuk itu, kata Syahrul, Pemkab Pelalawan akan melakukan kerja sama dengan pihak perusahaan perkebunan, pabrik kelapa sawit, serta petani kelapa sawit. Ini bertujuan guna memperkuat sumber potensi bahan bakunya untuk hasil akhir industri hilirnya, bukan menjual produk setengah jadi berupa CPO.

Syahrul juga menyampaikan, lokasi yang disediakan untuk kawasan industri itu mencapai ribuan hektare, serta fasilitas penunjang lainnya yang dapat membantu investor mau menanamkan modalnya ke Pelalawan.

Atas paparan itu, investor dari Korsel diyakini berminat untuk menanamkan modalnya di Pelalawan dalam sebuah kawan industri Tekhno Park. Investor tersebut menyatakan keinginannya untuk mengelola limbah tankos untuk dijadikan kertas.

“Iya. Mereka sudah melirik dan akan berinvestasi di sini dengan memanfaatkan tankos akan dibuat kertas. Kenapa demikian? Karena satu dari mereka ternyata mereka pernah datang kemari sehingga mereka menangkap potensi tersebut. Hal itu dianggap memiliki prospek ke depannya, dan kita siap menerimanya,” ujar Syahrul yang didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Budi Surlani, Rabu (10/4).

Ketika ditanya kapan tindak lanjut dari pertemuan itu, Syarul mengaku kepastian itu akan didapatkan pada bulan depan. “Kita tunggu bulan depan ya, apakah akan dilanjutkan atau tidak hasil pertemuan tadi. Mudah-mudahan berlanjutlah,” harap Syahrul.(pen/dod)

Comments

#JusticeForAudrey, Viral Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA di Pontianak

Dua Bulan PAB Tidak Berfungsi, Warga Ukui Habiskan Ratusan Ribu Beli Air Setiap Minggunya