oleh

50.244 Surat Suara Rusak Belum Diganti

BANGKINANG KOTA (HR) – Pemerintah Kabupaten Kampar melaporkan sebanyak 50.244 surat suara yang rusak dan belum ada ganti hingga kemarin. Hal ini terungkap saat video conference Kementerian Dalam Negeri dengan pemerintah daerah di Riau, terkait persiapan Pemilu 2019.

“Logistik saat ini telah dikirim di antaranya ATK KPPS, Bilik Suara, Bed Nama KPPS, sementara untuk surat suara yang rusak saat ini berjumlah 50.244 lembar dan belum ada ganti hingga saat ini,” ungkap Asisten I Setdkab Kampar, Ahmad Yuzar saat video conference (vico) dengan Kemendagri dan Pemerintah Provinsi Riau serta 12 Kabupaten Kota se Riau, di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kampar, Jl A.Yani Bangkinang Kota, Rabu (10/4).

Lanjut Ahmad Yuzar, berdasarkan data dari KPU Kampar, jumlah DPT sebanyak 475.435 dengan jumlah TPS 2.229 TPS. Jumlah Caleg sebanyak 625 orang.

Dalam vico Ahmad Yuzar juga menyinggung soal pendistribusian logistik Pemilu ke daerah sulit yang ada di Kabupaten Kampar.

“Pemkab Kampar dalam mensukseskan Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 tidaklah menemui kendala yang berarti namun hanya perlu penanganan khusus saat melakukan distribusi terutama di daerah sulit seperti Kecamatan Kampar Kiri Hulu,” beber Yuzar.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri mengapresiasi persiapan pelaksaan pemilihan presiden dan wakil presiden, serta pemilihan legislatif (Pileg) untuk Provinsi Riau, setelah menerima laporan dari Gubernur Riau, melalui video confrance, Rabu (10/4).

“Kami mengapresiasi kesiapan dari Pemerintah Provinsi Riau, yang telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk penyelenggaraan Pilpres dan Pileg. Laporannya lengkap dan sudah mewakili KPU, Bawaslu, keamanan dan unsur Forkopimda lainnya,” kata Dirjen Otda Kemendagri, Akmal Malik.

“Mohon maaf pak gubernur, kami terlambat menyapa Riau karena memang tadi kami mendapatkan banyak laporan terkait persoalan persiapan jelang Pemilu di provinsi bagian timur Indonesia,” ungkapnya.

Sementara Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan Provinsi Riau siap untuk melaksanakan Pemilu 17 April mendatang, telah siap. Syamsuar menyampaikan, pemilih di Provinsi Riau sebanyak 3,8 juta lebih pemilih. Kemudian untuk jumlah TPS sebanyak 17 ribu. Sedangkan untuk jumlah personil pengamanan sebanyak 10.0288 personel kepolisian, dan 3.895 personel TNI.

“Seperti diketahui, saat ini di Riau masih dalam tahapan kampanye, dan selama jalanya kampanye, kondisi keamanan di Riau dalam kondisi aman dan terkendali,” ujarnya.

Sedangkan untuk kesiapan Pemilu, Gubri Syamsuar juga memastikan bahwa pendistribusian logistik untuk Pemilu sudah sampai di masing-masing kabupaten kota. Walaupun ada beberapa kendala pengiriman logistik pemilu ke daerah terpencil.

Daerah terjauh ini, kata Syamsuar, meliputi lima daerah kepulauan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir Kepulauan Meranti, Rokan Hilir (Rohil) serta Kampar. Yaitu, Sungai Guntung Inhil, Pulau Topang dan Rangsang di Kepulauan Meranti, Pasir Limau Kapas Rohil, serta Kecamatan Kampar Kiri yang merupakan daerah yang terisolir.

“Lima daerah itu yang terjauh dan terisolir. Jadi untuk mengatasi itu, kami juga sudah mengadakan rapat koordinasi dengan KPU dan Bawaslu. Semua logistik untuk kebutuhan Pemilu sudah sampai di sleuruh kabupaten kota di Riau. Pihak KPU telah pendistribusiannya seusai dengan lokasi terjauh, lebih dulu ke daerah terisolir pulau terluar, sedangkan untuk yang dekat-dekat akan segera dikirimkan,” kata Syamsuar.

“Dan kami laporkan dalam kesempatan ini, kami siap dalam pelaksanaan pemilu Pilpres dan pileg. Dan tentunya kami senantiasa menerima arahan dari Kementeian dalam negri. Kami dapat menjalankan tugas ini dengan suasana aman dan damai,” kata Syamsuar.

Usai video confrance, Gubei melanjutkan video confrance bersama Bupati dan Walikote ke Provinsi Riau. Untuk memastikan kesiapan Pilpres, pileg, baik dari sisi keamanan, logistik, dan sosialisasi kepada masyarakat. Yang pertama menyampaikan laporan kondisi terkini adalah Bupati Kuansing, Mursini, dan dilanjutkan daerah lainnya.

“Selama masa kampanye berjalan lancar dan tidak ada hambatan. Dan telah dilakukan simulasi pemungutan suara kepada masyarakat sebelum pemilihan. Memang ada kendala berupa kekurangan surat suara dan sudah disampaikan. Selain itu juga kotak suara, informasi ini disampaikan sekarang sudah dalam perjalanan ke Kuansing kekurangan yang ada,” kata Mursini.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Siak, Alfredi melalui video conferance, ia menyampaikan kondisi di Siak aman dan terkendali. Mulai dari masa kampanye sampai sosialisasi kepada masyarakat. Untuk surat suara memang ada uang rusak dan sudah disampaikan ke KPU dan sudah diganti.

“Kami sudah melakukan simulasi pemilahan, untum logistik semua sudah aman. Saat ini kondisi di Siak aman dan terkendala, hingga pemilihan Siak sudah siap,” kata Alfredi.

Turut hadir pada video confrance Pemprov Riau dengan Kemendagri, Danrem 031 WB, Kapolda Riau, KPU dan Bawaslu Riau, Wakil Ketua DPRD Riau, dan dinas terkait dan unsur Forkopimda lainnya.***(A Amrizal & Nurmadi)

Comments

News Feed