oleh

Kejari Siapkan 23 Jaksa Sukseskan Pemilu 2019

PEKANBARU (HR)-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menyatakan kesiapannya menyukseskan helat Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Salah satunya, dengan mempersiapkan 23 Jaksa untuk mengantisipasi permasalahan hukum yang dapat timbul melibatkan penyelenggara Pemilu.

Puluhan Jaksa itu berasal dari sejumlah bidang di Koprs Adhyaksa Pekanbaru. Mereka diyakini merupakan Jaksa-jaksa handal di bidangnya.

Lima orang Jaksa tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Pekanbaru. Di sana telah ada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Polresta Pekanbaru.

“Para Jaksa itu untuk membantu penyelesaian perkara tindak pidana Pemilu,” kata Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Suripto Irianto, kepada Haluan Riau di ruangannya, Kamis (11/4).

Diterangkannya, perkara tindak pidana Pemilu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemilu yang penanganannya dilakukan oleh Sentra Gakkumdu menggunakan Hukum Acara dalam Undang-Undang Pemilu. Perkara tindak pidana biasa terkait dengan penyelenggaraan Pemilu, misalnya ujaran kebencian, hoax, kerusuhan antar pendukung.

“Perkara pindak pidana biasa oleh unsur peserta Pemilu, misalnya tindak pidana korupsi, narkotika, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik,” terangnya.

Selanjutnya, 8 Jaksa dari bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Penempatan itu sesuai dengan fungsi Jaksa Datun, yaitu sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN).

“Mereka akan mendampingi penyelenggara Pemilu di sengketa di DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu,red), MA (Mahkamah Agung,red) dan MK (Mahkamah Konstitusi,red),” lanjut Kajari.

Lebih lanjut dikatakan Kajari, pihaknya juga menyiapkan sepuluh orang personel dari bidang Intelijen untuk melakukan pemantauan dan pengamanan Pemilu. Selain itu, Pos Pemilu juga telah disiapkan Kejari Pekanbaru.

Jaksa, sebutnya, akan mengoptimalkan kesadaran hukum kepada masyarakat melalui program Jaksa Menyapa, Jaksa Masuk Sekolah, dan Penyuluhan Hukum atau Penerangan Hukum, dan juga melakukan cipta kondisi di Kota Pekanbaru, dengan maningkatkan pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Pakem), pengawasan barang cetakan (Wasbarcet), dan pengawasan organisasi kemasyarakatan (Was Ormas).

“Hal ini sesuai arahan Bapak Jaksa Agung untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Pemilu, dan mengantisipasi terjadinya permasalahan hukum yang dapat timbul melibatkan penyelenggara Pemilu,” imbuh mantan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.(dod)

Comments

News Feed