oleh

Dinas Kebudayaan Riau Kembali Taja Kegiatan Pusat Seni Anak

PEKANBARU (HR)-Untuk kali kedua, Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Riau kembali menaja kegiatan Pusat Seni Anak, Sabtu, (13/4/2019). Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema ‘Anak-anak dalam Bingkai Seni Tradisi‘.

Sejatinya, kegiatan itu dibuka oleh Gubernur Riau Syamsuar, dan dihadiri Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution. Namun karena satu dan lain hal, Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tidak bisa hadir, dan diwakilkan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Ahmad Syah Harrofie.

Kepala Disbud Riau, Raja Yoserizal Zen mengatakan, bahwa Bidang Bahasa dan Seni selaku panitia inti dari Disbud Riau telah melakukan tahapan seleksi terhadap 50 orang pelajar dari berbagai sekolah dasar negeri maupun swasta. Kemudian tersaring 20 orang anak yang terbagi menjadi 2 orang di bidang vokal, 9 orang di bidang tari, dan 9 orang di bidang musik.

“Kami berharap di tahun depan bisa melatih anak lebih banyak lagi. Untuk itu semoga pihak Kemendikbud melalui Direktur Kesenian bersedia mendukung kegiatan ini dengan sharing budget,” ujar Yose dalam laporannya.

Sementara itu, Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan, yang turut hadir dalam acara itu, menyampaikan pengarahan dan mengapresiasi. Menurut Restu, pelatihan semacam ini sangat membantu perkembangan anak untuk kreatif dan memiliki nilai tambah dengan mahir di bidang seni. Jika dewasa nanti, kata Restu, para peserta seandainya menjadi dokter, maka dokter yang bisa bermain musik.

“Saya informasikan kepada orangtua yang hadir di sini, bahwa Kemendikbud memiliki banyak program yang bisa diikuti. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan program Belajar Bersama Maestro. Ini waktunya bersamaan dengan saat libur sekolah,” kata Restu.

“Jadi, pelajar bisa memilih untuk living dan belajar dengan maestro di tempat tinggal sang maestro tersebut,” sambungnya.

Dalam sambutan Gubernur Riau yang dibacakan Ahmad Syah Harrofie, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sangat mengapresiasi upaya pembinaan yang dilaksanakan oleh Disbud Riau terkait upaya pengenalan dan penanaman nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

“Insya Allah, bentuk-bentuk kegiatan seperti ini akan terus ditingkatkan ke jenjang lebih luas dengan melibatkan seluruh kabupaten dan kota dengan harapan dukungan dan kerjasama seluruh stakeholders kebudayaan di Bumi Lancang Kuning ini,” kata Gubernur dalam sambutannya.

Setelah acara resmi dibuka, ditandai pula dengan pemasangan Sebai oleh Ketua PKK dan Dharma Wanita Provinsi Riau, Misnarni Syamsuar bersama Baiduri Yoserizal selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Disbud Riau. Usai dipasangkan, parade peserta pun digelar.

Kompang berarak, syair, dan penyerahan kompang membuka pergelaran parade. Secara bergiliran para peserta tampil menunjukkan kemampuannya secara perorangan dan secara bersama-sama.

Aksi memukau meskipun belum mendapatkan pelatihan khusus dan pembinaan yang akan dimulai beberapa hari lagi, namun penampilan seluruh peserta sangat mengesankan.

“Mereka akan kita bina dan latih sesuai waktu yang telah disusun bersama instrukturnya. Hasilnya akan kita lihat dan saksikan pada Agustus mendatang bersempena dengan Hari Jadi Provinsi Riau,” tambah Raja Yose.(rls/dod)

Comments

News Feed