in ,

Sekda Lepas 6 Armada Patroli Satgas Anti Politik Uang di 4 Dapil

PASIR PANGARAIAN -(HR)-Guna menciptakan Pemilu 2019 bersih, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Rokan Hulu terjunkan Tim Patroli Satgas Anti Politik Uang dan Gerakan Pemilih Partisipatif yang mengawasi praktik politik uang di empat daerah pemilihan atau Dapil.

Enam armada Patroli Satgas, resmi dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul Abdul Haris didampingi Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua, Ketua Bawaslu Fajrul Islami Damsir dan para Komisioner Bawaslu. Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang pada Masa Tenang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/ Kota, Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, dilaksanakan Minggu (14/4) di Taman Kota Pasir Pangaraian.
Usai apel, Ketua Bawaslu Rohul Fajrul Islami Damsir mengatakan, pembentukan Tim Patroli Satgas Anti Politik Uang sesuai surat edaran Ketua Bawaslu RI Sabhan, pelepasan tim sendiri dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Tim Patroli Satgas Anti Politik Uang?, nantinya bertugas mengawasi praktik politik uang atau money politik selama masa tenang, dan meningkatkan partisipasi pemilih di empat Dapil yang ada di Kabupaten Rokan Hulu, mulai 14 April hingga 16 April 2019.
“Di mana kita bagi enam mobil per Dapil, nanti untuk mensosialisasikan partisipasi pemilih dan mungkin gerakan-gerakan anti money politic ini kepada masyarakat,” kata Fajrul dan mengatakan Tim Patroli Satgas terdiri sopir dan ada operator.

Kata Fajrul lagi, untuk laporan indikasi money politik? atau politik uang serta laporan masyarakat, pihaknya telah punya formula dalam mengatasi indikasi pelanggaran, sesuai mekanisme dan Peraturan Bawaslu? 7 tahun 2018, tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilu.

Sekda Rohul Abdul Haris juga mengatakan, praktik politik uang akan merusak sendi-sendi demokrasi. Ia berharap ke seluruh masyarakat Rokan Hulu betul-betul berpikir dengan bijak, bahwa dalam melaksanakan Pemilu harus betul-betul menggunakan hak pilihnya.

“Tanpa ada pengaruh, tanpa ada indikasi-indikasi atau hal-hal yang sifatnya menguntungkan, termasuk politik uang ini sehingga nanti diharapkan hasil yang diperoleh dari proses Pemilu ini memperoleh hasil pemimpin-pemimpin kita yang berintegritas,” tegas Sekda.
Juga diakui Sekda, politik uang tidak sama rata di tengah masyarakat. Seperti di tingkat masyarakat yang pengetahuan sudah menengah ke atas, mereka lebih cepat mendapat informasi sehingga tidak mudah terpengaruh.

“Kita tahu mungkin di daerah-daerah tertentu yang sulit untuk mengakses informasi tidak mengetahui, bahkan mungkin tidak tahu kalau hal itu salah itu (money politic), sehingga kadang masih bisa juga terpengaruh,” ucapnya.
Kemudian Fajrul menegaskan, mengantisipasi money politik. Dirinya sangat mengharapkan masyarakat benar-benar menjaga hak pilihnya sesuai hati nurani, bukan karena dipengaruhi sesuatu hal, seperti karena diberi uang.

Kemudian, nantinya tim Patroli Satgas Anti Politik Uang dan Gerakan Pemilih Partisipatif dibagi dalam enam tim, dimana satu tim beranggotakan 3 orang dengan sebuah mobil Patroli Satgas.
“Masyarakat silahkan salurkan hak pilih? di TPS nantinya, juga betul-betul mengedepankan hati nuraninya dalam memilih, jadi tidak ada sarana-sarana yang mungkin mengakibatkan black campaign, atau hal-hal lain,” pesan Fajrul.
Sejauh ini Bawaslu Rohul ada menerima beberapa indikasi, namun hal itu perlu pendalaman dari laporan masyarakat. Sebab money politik bukan hanya pemberian uang saja, ada pemberian lain yang masuk unsur pidana

?Fajrul menyarankan masyarakat bila menemukan indikasi money politic di daerahnya yang dilengkapi dengan bukti-bukti kuat, untuk melaporkan ke Panwaslu Kecamatan atau bisa langsung ke Kantor Bawaslu Rokan Hulu.
Diapel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang Pada Masa Tenang Pemilihan Umum Anggota di Taman Kota Pasir Pangaraian, 5 Komisioner? Bawaslu Rohul juga mendatangani Ikrar Satgas Money Politic.(adv)

Comments

Diawali Prosesi Tepuk Tepung Tawar

Bupati Apresiasi Pesantren Darunnajah