oleh

5 Personel Polres Kuansing Diperiksa Propam Polda Riau

TELUKKUANTAN (HR) – 5 Anggota Satreskrim Polres Kuansing, sejak Jum’at lalu sudah menjalani pemeriksaan terkait kematian Andri Arisko, warga Desa Jake Kecamatan Kuatan Tengah, Kuansing.

Demikian disampaikan Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustafah, Sik saat meggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Mapolres Kuansing, Minggu (21/4).

“Sejak Jum’at lalu, telah dilakukan pemeriksaan oleh Propam Polda Riau, terhadap 5 Personil reskrim. Pemeriksaan ini murni ditangani pihak Polda, maka untuk keterangan penyidikan ini tak bisa kita jelaskan,” ungkapnya.

Selain 5 personil reskrim yang diperiksa Propam, pemeriksaan juga dilakukan terhadap 8 Anggota Shabara yang ikut mem-back up usai personel reskrim melakukan penangkapan terhadap korban Andri Arisko.

“Total personel diperiksa ini 13 orang, yang 8 orang personel anggota Shabara. Mereka ini dihubungi pihak reskrim minta bantuan setelah dilakukan penangkapan,” jelas M. Mustofah.

Pemeriksaan terhadap 13 orang personel ini, kata M. Mustofah tetap dilakukan di Polres Kuansing, bahkan penyidikan menurutnya, sampai dijalani hingga pagi sejak malam harinya.

Menurut Muhammad Mustofah, jika nanti personelnya ini terbukti melakukan pelanggaran kode etik penangkapan dan disiplin tugas maka akan diberikan sanksi seberat-beratnya.

“Kalau terbukti kita akan berikan sanksi tegas, bahkan sampai pemecatan. Kita tidak main-main untuk kasus ini, maka Propam Polda langsung diturunkan,” kata M. Mustofah.

Sementara itu, terhadap pihak keluarga. pihak Polres kata M. Mustofah, sudah menjalin komunikasi terkait tragedi ini, bahkan sejak prosesi pemakaman Polres turut andil memberikan bantuan dan dukungan.

“Nanti malam di rumah duka akan mendoa, pihak keluarga telah kita hubungi, kita akan datang. Bahkan untuk anak korban kita akan membantu,” jelas M. Mustofah.

Untuk diketahui, melalui pemberitaan sebelumnya, Andri Arisko warga Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing ditangkap di kebun plasma KKPA divisi Jake oleh anggota resrkrim Polres Kuansing, Jumat (19/42019) sore. Andri ditangkap karena ada laporan warga. Sementara Pelapor ini diketahui sudah kabur sejak peristiwa ini.

Banyak yang heran dan kaget atas kematian Andri, karena meninggal dengan cara tak wajar. Sebab pada muka Andri ditemukan banyak luka memar, diduga mengalami tindak kekerasan oleh oknum polisi yang menjemputnya.(rtc/nie)

Comments

News Feed