oleh

14 Anggota Polsek Bangko Diperiksa Propam, Termasuk Kapolsek

PEKANBARU (HR)-Sebanyak 14 orang anggota Polsek Bangko, Rokan Hilir (Rohil) telah diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengaman (Propam) Polda Riau. Satu di antaranya adalah Kapolsek Bangko, Kompol James Rianov Rajagukguk.

Pemeriksaan itu dilakukan terkait tewasnya seorang tahanan Polsek Bangko pada akhir Maret 2019 lalu. Tersangka yang meninggal dunia itu bernama M Nur Ahmad alias Sokek. Dia menghembuskan napas karena sebelumnya diduga dianiaya seorang oknum polisi penjagaan Polsek Bangko.

BACA : Tersangka Jambret di Rohil Tewas Dianiaya Oknum Polsek Bangko

Sokek merupakan satu dari tiga pelaku jambret yang diamankan Polsek Bangko. Dua pelaku lainnya diketahui bernama Robi dan Anjas.

“Propam melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang anggota yang malam itu ada di situ, termasuk anggota yang diduga melakukan penganiayaan tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Minggu (28/4).

Sejauh ini, sebutnya, telah ada beberapa orang yang diklarifikasi. “Saat ini masih proses. Sudah 14 orang diinterogasi oleh Propam,” lanjut pria yang akrab disapa Narto itu

Sejauh ini, sebutnya, proses pemeriksaan belum sampai ke Kapolres Rohil, AKBP Sigit Adiwuryanto, baru sampai ke Mapolsek Bangko, James Rianov Rajagukguk.

Pun, Narto belum bisa berandai-andai, sanksi apa yang akan diberikan jika terbukti ada oknum polisi yang terlibat dalam dugaan penganiayaan terhadap Sokek itu. Menurutnya, sanksi akan diberikan sesuai aturan yang dilanggar.

“Masih diperiksa lah. Prinsipnya ditindak sesuai aturan yang berlaku. Kalau dia melakukan pidana terbukti, ya diproses hukum. Kalau melanggar kode etik, ya diproses kode etik. Tapi masih diperiksa,” kata Narto menerangkan terkait ancaman sanksi yang akan diberikan jika terbukti bersalah.

“Ini (kejadiannya,red) di Polsek. Kapolres belum lah (diklarifikasi). Kapolsek ni yang Kompol J (diperiksa),” pungkas Kombes Pol Sunarto.(Dod)

Sebelumnya diketahui, ketiga pelaku menjalankan aksinya pada Minggu (17/3) lalu. Adapun korbannya adalah Nur Ain. Saat itu, Kabid Paud di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rohil tengah mengendarai sepeda motor bersama temannya bernama Linda.

Akibat kejadian itu, Nur Ain meninggal dunia saat berada di RS DR Pratomo Bagansiapiapi, Minggu (17/3) sekitar pukul 21.00 WIB.

Atas kejadian itu, pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya diperoleh informasi tentang keberadaan salah seorang pelaku bernama Sokek pada Rabu (27/3).

Pelaku tersebut berhasil diamankan. Dia bernama M Nur Ahmad alias Sokek. Kepada petugas, Sokek mengaku jika tidak sendirian menjalankan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) itu. Melainkan bersama dua orang rekannya, Robi dan Anjas. Anjas diketahui merupakan anak dari korban Nur Ain.

Ketiganya kemudian dilakukan pemeriksaan intensif di Mapolsek Bangko. Di sela-sela proses penyidikan itu lah, salah seorang personel Polsek Bangko melakukan penganiayaan terhadap Sokek.(dod)

Comments

News Feed