oleh

Ditangkap saat Check-in

PEKANBARU (HR)-Pihak kepolisian mengamankan dua orang tersangka penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram, Rabu (1/5). Dua tersangka yang akan berangkat menuju Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu diringkus saat berada di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Dedy Herman, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, pengungkapan itu dilakukan berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat akan rencana pengiriman sabu-sabu dari Riau menuju sebuah kota di Sulsel.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan. Hingga didapatkan kabar bahwa akan ada dua kurir berusaha membawa sabu menuju Makassar melalui jalur udara.

“Akan ada kurir narkotika jenis sabu antar Provinsi yang akan melakukan penerbangan dari Pekanbaru menuju Makassar transit di Surabaya,” ujar Dedy Herman, Rabu petang.

Berdasarkan informasi awal serta bukti dan petunjuk di lapangan, polisi berhasil melacak rencana penerbangan mereka. Tepat pukul 07.30 WIB, petugas langsung bergerak menuju ke Bandara SSK II Pekanbaru. Seketika, Polisi berhasil menemukan kedua target dan langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan.

Dengan bantuan pengamanan petugas keamanan Bandara atau Aviation Security, sabu-sabu itu berhasil ditemukan bersama sejumlah barang bukti lainnya.

Dua pelaku itu adalah warga Jawa Barat b (Jabar). Yaitu, AS alias Ari. Pria berusia 36 tahun itu merupakan warga Jalan Parakan Saat Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Lalu, RA alias Rere (40). Dia beralamat di Kecamatan Baros Kota Sukabumi.

“Kedua pelaku ditangkap pada Rabu pagi tadi saat tengah melakukan proses check in,” sebut Dedy Herman.

Berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan, kedua tersangka mengakui jika barang haram itu akan diantar dari Pekanbaru ke Makassar atas perintah seorang lelaki berinisial La melalui aplikasi perpesanan Whats App. Saat ini, keberadaan La tengah diburu, dan yang bersangkutan telah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polresta Pekanbaru guna proses hukum lebih lanjut,” pungkas Kompol Dedy Herman. (dod)

Comments

News Feed