oleh

Perlu Sumber Ekonomi Baru Topang Perekonomian Riau

 

PEKANBARU (HR)-Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau, Irwan Mulawarman di acara Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Riau Selasa (30/4) mengatakan bahwa ada 3 faktor utama yang mempengaruhi perekonomian di Riau. 3 faktor itu adalah pertama harga CPO, harga minyak dunia dan lifting minyak berupa DBH.

Dengan luasan kebun sawit di Riau, sumber perekonomian di sektor perkebunan sawit di Riau sangat dominan dan diharapkan masih mampu menopang perekonomian Riau.
Tetapi, dengan harga minyak sawit yang turun sangat mempengaruhi perekonomian di Riau. Karena berpengaruh pada harga TBS sawit yang juga menurun dan berdampak pada pendapatan yang menurun sehingga daya beli juga menurun.

Sementara, harga minyak dunia yang masih berkutat di angka rendah belum bisa diharapkan dapat mendongkrak perekonomian di Riau. Apalagi dana DBH untuk Riau masih belum dibayarkan. Sedangkan lifting minyak di Riau diperkirakan akan menurun karena selain dipengaruhi perpindahan pelaksana di CPP block dari Chevron ke Pertamina, juga produksi minyak Riau terus menurun di beberapa tahun belakangan ini.

Kelemahan lifting minyak di Riau saat ini sudah sangat terbatas. Potensi hingga 2121, lifting minyak Riau akan terus menurun.
Jika Riau masih mengandalkan 3 hal itu, maka ke depan perekonomian di Riau akan terpuruk. Untuk itu perlu dilakukan inovasi sumber perekonomian di Riau.

“Dengan gambaran seperti tu, bisa menjadi warning bagi Riau khususnya untuk mencari sumber ekonomi baru yang bisa meningkatkan perekonomian di Riau,” terangnya.
Ada beberapa sektor yang berpotensi untuk memback up pilar pertumbuhan perekonomian di Riau. Yaitu ada 4 sektor yang berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi di Riau. Pertama pertambangan dan galian, industri pengolahan, pertanian, perikanan dan kehutanan, perdagangan eceran besar.(nie)

Comments

News Feed