oleh

Dua Mantan Lurah Duri Timur Divonis Ringan

PEKANBARU (HR)-Jalaluddin divonis 3,5 tahun penjara. Lebih tinggi dibandingkan tiga terdakwa lainnya dalam perkara dugaan korupsi dana Usaha Ekonomi Keluharan Simpan Pinjam (UEK-SP) Kelurahan Duri Timur, Kabupaten Bengkalis.

Jalaluddin merupakan mantan Ketua UEK-SP Kelurahan Duri Timur. Selain dirinya, juga terdapat nama Ismet Pase. Dalam perkara ini juga menyeret nama mantan Lurah Duri Timur, yaitu Muhammad Yudi Kurniawan dan Nur Islami. Untuk tiga nama yang disebutkan terakhir hanya divonis 14 bulan penjara.

Demikian terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (6/5). Adapun agenda persidangan adalah pembacaan vonis oleh majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu. Menurut majelis hakim, para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dimana perbuatan rasuah itu terjadi pada tahun 2012 hingga 2016 lalu, danmengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1,6 miliar. “Menghukum terdakwa Jalaluddin dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan, dan dibebankan membayar denda sebesar Rp50 juta subsider 3 bulan,” ujar Hakim Ketua Saut Maruli.

Selain pidana penjara dan denda, Jalaluddin juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1.450.319.000 atau subsider 2 tahun kurungan. “Satu bulan setelah putusan inkrah harta benda terdakwa disita dan dilelang mengganti kerugian negara.

 

Jika tidak, dapat diganti hukuman 2 tahun penjara,” terang Hakim Ketua. Terhadap tiga terdakwa lainnnya, yakni Muhammad Yudi Kurniawan, Nur Islami dan Ismet Pase dijatuhi hukuman lebih ringan. Mereka hanya divonis pidana penjara masing-masing selama 14 bulan penjara, dan denda sebesar Rp50 juta subsider dua bulan penjara.

Usai pembacaan putusan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk menentukan sikap. “Menerimanya, yang mulia,” jawab para terdakwa secara bergantian. Sementara, JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menyatakan pikir pikir. Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Ismet Pase, Nur Islami dan Yudi Kurniawan dengan pidana penjara masing-masing 1 tahun 8 bulan dan denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan.

Sementara terhadap Jalaluddin dituntut 4,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta atau subsider 3 bulan. Lalu diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1,45 miliar. Sebelumnya dalam dakwan JPU dinyatakan, perbuatan keempat pesakitan terjadi pada tahun 2012 hingga 2016 lalu. Dalam penyaluran dana UEK-SP, tidak sesuai Peraturan Bupati (Perbub) Bengkalis Nomor 13 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Program Pemberdayaan Desa Kabupaten Bengkalis, sebagaimana telah diubah dengan Perbup Bengkalis Nomor 38 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Program Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan Kabupaten Bengkalis.

Melainkan terjadi pola berupa pinjaman fiktif dan mark up terhadap besaran pinjaman, dimana hal itu dilakukan atas inisiatif dan sepengetahuan para terdakwa ddengan pengelola UEK-SP Duri Timur dengan cara untuk pinjaman fiktif. Kemudian, para terdakwa mempergunakan data pemanfaat yang telah melunasi pinjaman yang di peroleh dari dokumen yang ada dikantor Kelurahan Duri Timur berupa KTP dan KK.

Pemanfaat yang nama dan dokumennya digunakan untuk melakukan pinjaman dana UEK tidak mengetahuinya, sedangkan terhadap mark up pinjaman dilakukan dengan cara memakai pinjaman dari pemanfaat yang mengajukan pinjaman, yang mana dari pinjaman pemanfaat kemudian di besarkan menurut yang diinginkan oleh pengelola UEK-SP.

 

Atas perbuatan para terdakwa, menyebabkan terjadinya pemberian pinjaman yang tidak sesuai dengan prosedur sehingga mengakibatkan ketekoran Kas UED-SP Duri Mandiri Bersatu Kelurahan Duri Timur dan telah merugikan keuangan negara Rp1,611,746,000.00 (tidak termasuk jasa pinjaman), terdiri dari pinjaman fiktif sebesar Rp 1.221.449.000,00 terhadap 113 pemanfaat dan beda pinjaman sebesar Rp 390.297.000,00 terhadap 37 pemanfaat.(dod)

Comments

News Feed