oleh

Kasus TPA Kuansing Jalan di Tempat

PEKANBARU (HR)-Penanganan kasus dugaan pemalsuan dokumen lelang proyek pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Kabupaten Kuantan Singingi masih berkutat pada proses penyelidikan. Sulitnya memperoleh keterangan saksi, menjadi dalih lambannya penanganan perkara tersebut.

Penanganan perkara ini bermula dari surat pengaduan yang diterima Kapolda Riau ketika waktu itu yakni Irjen Pol Nandang pada Juli 2018 lalu. Dalam surat pengaduan tersebut tertulis dugaan pelanggaran dokumen oleh pihak yang dirugikan, sehingga dilakukan pendalaman.

Meski belum menerima laporan dalam perkara tersebut, proses pendalaman telah dilakukan dengan memintaiketerangan terhadap pihak terkait.
Sepuluh bulan berselang, belum ada tanda-tanda perkara tersebut akan rampung. Malah terkesan jalan di tempat.

“Masih penyelidikan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Hadi Poerwanto, Senin (6/5).
Saat disinggung kendala yang dihadapi penyelidik tersebut, Hadi memberikan penjelasannya. Dikatakan Hadi, pihaknya kesulitan dalam memintai keterangan para saksi terkait. Selain itu, tempat kejadian perkara (TKP) sangat jauh lokasinya dari Pekanbaru.

“Karena memang ada banyak saksi-saksi pertama diundang tidak hadir. Lokasinya cukup jauh juga kan,” terangnya.
Meski begitu, dia mengaku telah memerintahkan angotanya untuk segera menuntaskan penyelidikan perkara tersebut. Dalam waktu dekat, dia menyampaikan, akan melakukan gelar perkara. “Secepatnya kita gelar (perkara),” pungkas Hadi Poerwanto.

Dari informasi yang dihimpun, belasan saksi telah menjalani pemeriksaan dalam penyelidikan perkara ini. Salah satu pihak yang diperiksa adalah Rio Amdi, Sekretaris Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi Pembangunan TPA Kuansing.

Pokja TPA Kuansing diduga melakukan kelalaian dalam memutuskan memenangkan PT Noor Lina Indah (NLI) sebagai pemenang lelang dengan harga penawaran Rp15 miliar lebih dari nilai proyek Rp17 miliar. Perusahaan ini awalnya diduga tidak memenuhi syarat kemampuan dasar (KD) untuk mengikuti lelang tersebut.

Belakangan terungkap, bahwa PT NLI tidak pernah mengerjakan pembangunan TPA Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada tahun 2015 silam. Bahkan, Kepaa Dinas PU Bojonegoro pun telah mengeluarkan pernyataan tertulis bahwa tidak pernah ada pekerjaan pembangunan TPA Sukorejo itu.

Setelah adanya pernyataan tertulis dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bojonegoro Satito, beredar kabar bahwa kontrak pekerjaan pembangunan TPA Kuansing dengan kontraktor pelaksana atas nama PT NLI telah diputus.

Tak hanya itu, pemutusan kontrak itu kabarnya juga sudah diikuti dengan penerapan sanksi sesuai dengan Perpres tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sanksi antara lain pencairan uang jaminan, pengembalian uang muka pekerjaan 20 persen dari nilai kontrak, dan penerapan blakclist terhadap PT NLI.(dod)

Comments

News Feed