oleh

Dua lagi Terdakwa Korupsi Gedung Fisipol Unri Diadili

 

PEKANBARU (HR)- Setelah dua dari lima tersangka tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (Unri). Dijatuhi hukuman pidana penjara oleh Hakim Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

Hari ini Selasa (7/5), dua terdakwa lagi dihadirkan kepersidangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kedua terdakwa yang disidangkan pada Selasa sore itu adalah, Zulfikar, seorang oknum dosen Unri dan Beni Johan, Direktur CV Reka Cipta Konsultan, selaku konsultan perencana.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Dahlia Panjaitan SH Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH mengatakan bahwa perbuatan kedua terdakwa itu terjadi tahun 2012 lalu, saat pelaksanaan proyek pembangunan gedung Fisipol Unri. Proyek senilai Rp9, 5 miliar yang bersumber dari APBN Perubahan Tahun 2012 itu, telah terjadi penyimpangan anggaran yang dilakukan kedua terdakwa secara bersama dengan Heri Suryadi, mantan Pembantu Dekan (PD) II. Ruswandi, Komisaris PT Usaha Kita Abadi selaku kontraktor (telah divonis) dan Ekki Ganafi (berkas terpisah).

Penyimpangan itu sudah terlihat dari awal proses lelang yang gagal hingga dua kali, hingga panitia lelang melakukan penunjukkan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan. “Akhir Desember 2012, pekerjaan tidak selesai, hanya sekitar 60 persen tapi anggaran tetap dicairkan 100 persen. Rekanan juga tidak dikenakan denda. Sehingga negara dirugikan sebesar Rp 940.245.271,82,” terang JPU.
Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 Undang-Undang RI No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Selanjutnya, majelis hakim menunda sidang selama sepekan, dengan agenda eksepsi.

Sebelumnya, pada Kamis 27 Desember 2018 lalu. Hakim Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai Bambang Myanto SH telah menjatuhkan vonis pidana penjara terdakwa perkara ini, yakni, Heri Suryadi, mantan Pembantu Dekan (PD) II dan Ruswandi, Komisaris PT Usaha Kita Abadi selaku kontraktor. Dengan pidana penjara masing masing selama 2 tahun denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Sementara kerugian negara sebesar Rp 940.245.271,82. Dibebankan kepada terdakwa Ruswandi. Jika terdakwa tidak mengembalikan kerugian negara dapat diganti (subsider) dengan kurungan badan selama 6 bulan. Untuk diketahui, tindak pidana korupsi pada pembangunan gedung Fisipol Unri terjadi tahun 2012 lalu. Dimana proyek dinilai Rp9 miliar yang bersumber dari APBN Perubahan tahun 2012 itu, telah terjadi penyimpangan anggaran yang dilakukan kedua tersangka secara bersama dengan Heri Suryadi, mantan Pembantu Dekan (PD) II. Ruswandi, Komisaris PT Usaha Kita Abadi selaku kontraktor (telah divonis) dan Ekki Ganafi.

Penyimpangan pada proyek pembangunan gedung Fisipol Unri ini. Sudah terlihat dari awal proses lelang yang gagal hingga dua kali hingga panitia lelang melakukan penunjukkan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan. Dalam pengerjaannya, pada akhir Desember 2012 pekerjaan tidak selesai, hanya sekitar 60 persen tapi anggaran tetap dicairkan 100 persen. Rekanan juga tidak dikenakan denda. Hasil audit BPKP Riau, terdapat kerugian negara sebesar Rp940.245.271,82.(rtc)

Comments

News Feed