oleh

Ingot: Jika Terbukti Izin Usahanya Dicabut

PEKANBARU (HR)- Terkait adanya laporan masyarakat terhadap pangkalan gas bersubsidi yang nakal di Kecamatan Payung Sekaki, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut akan segera menindak tegas hingga mencabut izin usahanya.

“Kalau terbukti pangkalan tersebut melakukannya kesalahan yang fatal (cabut segel), maka izin usahanya akan dicabut,” ungkap Ingot, Selasa (7/5) sore.

Menurut Ingot, pangkalan elpiji bersubsidi sampai berani mencabut segel gas dan pendistribusiannya tidak mengenai sasaran, hal itu sangatlah tidak terpuji. Meski demikian, warga harus lebih selektif lagi serta memberikan informasi yang benar dan akurat.

“Gas bersubsidi ini harusnya untuk masyarakat miskin atau pelaku usaha mikro. Kalau memang ada informasi yang menyimpang (copot segel) segera laporkan ke RW dan Lurah untuk membuktikan kebenarannya,” sebut Ingot.

Sementara itu, Ingot menyebut masyarakat jangan salah menuduh terhadap tindakan pangkalan gas bersubsidi yang nakal. Hingga sampai beraninya mencopot segel pada gas elpiji. Ingot meminta kepada pejabat desa (RW dan Lurah) menelusuri kebenaran di lapangan.

“Intinya jangan sembarang tuduh, buktikan lebih dahulu bersama pak RW dan Lurah. Katanya segelnya dibuka (dicopot) dicek dulu betul apak gak, itu kosong apa gaknya,” pinta Ingot.

Selain itu, Ingot berharap kepada masyarakat jika menemukan pangkalan gas yang nakal, hendaknya dilaporkan ke RW dan Lurah, agar nanti bisa ditertibkan. Khawatirnya kata Ingot, jangan sampai terjadi salah paham.

“Yang terpenting lagi, kalau kita merasa warga yang bukan orang miskin, tidak usah menggunakan gas elpiji bersubsidi. Gunakanlah gas yang 5 kilo atau 12 kilo,” harap Ingot.

Sebelumnya, sebuah pangkalan gas bersubsidi di Jalan Perwira Kecamatan Payung Sekaki, Selasa (7/5), banyak dikeluahkan warga setempat. Warga menduga pengkalan menjual gas ke rumah makan dan pengecer serta mencopot segel gas agar kelihatan habis.(hrc)

Comments

News Feed