oleh

Sabar Jasman Dituntut 4,5 Tahun Penjara

PEKANBARU (HR)- Sabar Jasman dituntut 4,5 penjara. Direktur PT Sabarjaya Karyatama itu dinilai bersalah dalam perkara dugaan korupsi pembangunan drainase Paket A Kota Pekanbaru.

Demikian terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (7/5). Adapun agenda persidangan adalah pembacaan amar tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam tuntutannya, JPU Lusi Simanmora dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menyatakan, perbuatan Sabar Jasman selaku rekanan proyek tersebut telah terbit bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menghukum terdakwa Sabar Jasman dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan,” ungkap JPU Lusi di hadapan majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu.

Selain itu, Sabar juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp50 juta subsider 6 bulan penjara. Dia juga diwajibkan mengganti kerugian negara sebesar Rp2,5 miliar atau subsider 2 bulan kurungan. Tak hanya Sabar Jasman, tuntutan pidana juga diberikan kepada terdakwa lainnya, Iwa Setiadi. Konsultan Pengawas dari CV Siak Pratama Enginering Consultant itu dituntut 3,5 tahun penjara, dan denda Rp50 juta subsider 6 bulan penjara. “Terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara Rp220 juta subsider 1 tahun dan 8 bulan penjara,” lanjut JPU.

Sementara itu, terdakwa lainnya dari pihak Aparatur Sipil Negara (ASN) malah dituntut lebih ringan, meskipun dijerat dengan pasal yang sama dengan Sabar Jasman dan Iwa Setiadi. Mereka adalah Ichwan Sunardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Windra Saputra selaku Ketua Pokja, dan Rio Amdi Parsaulian selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Mereka bertiga dituntut masing-masing dituntut penjara selama 20 bulan, denda Rp50 juta subsider 6 bulan. Ketiga terdakwa ini tidak dibebankan membayar kerugian negara

Atas tuntutan tersebut, kelima terdakwa akan menyampaikan pledoi. Nota pembelaan itu akan disampaikan pada persidangan berikutnya. Untuk diketahui, perbuatan para terdakwa telah menyebabkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp2.523.979.195.
Dimana pada tahun 2016 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air Riau menganggarkan dana dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp14.314.000.000 untuk pembagunan Drainase Paket A dari simpang Jalan Riau hingga Simpang SKA Pekanbaru.

Proyek pembangunan drainase tersebut dikerjakan oleh PT Sabarjaya Karyatama dengan nilai penawaran yang diajukan sebesar Rp11.450.609.000. Namun, dalam pelaksanaannya, terjadi penyimpangan dalam pembangunan drainase tersebut. Dimana pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak, padahal dana sudah dicairkan 100 persen.(dod)

Comments

News Feed