oleh

Saling Gempur Israel-Hamas, Korban Tewas 27 Orang

Gaza (HR)-Jumlah korban jiwa akibat saling gempur antara militer Israel dan kelompok militan Hamas di Jalur Gaza telah bertambah menjadi 27 orang. Dalam eskalasi pertempuran yang terbesar sejak perang Gaza tahun 2014, militer Israel melaporkan bahwa lebih dari 600 roket telah ditembakkan dari Gaza ke Israel sejak Sabtu (4/5) waktu setempat. Militer Israel merespons serangan roket tersebut dengan melancarkan 320 serangan udara sejak Minggu (5/5) waktu setempat.

 

Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas, Selasa (7/5), melaporkan bahwa 23 warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel selama dua hari. Adapun otoritas Israel melaporkan bahwa empat warga sipil di Israel tewas akibat serangan roket dari Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan, jumlah korban tewas warga Palestina bertambah setelah ditemukan dua jasad di Jalur Gaza bagian utara pada Senin (6/5) pagi waktu setempat. Kedua jasad suami istri tersebut ditemukan di bawah reruntuhan sebuah bangunan yang hancur total akibat serangan udara Israel. Keduanya diidentifikasi sebagai Talal Abu al-Jidian (48) dan istrinya, Raghda Mohammed Abu al-Jidian (40).
Pasangan suami istri itu memiliki seorang anak laki-laki berumur 12 tahun, Abdul Rahman al-Jidian, yang juga tewas akibat serangan udara Israel dan jasadnya ditemukan beberapa jam sebelumnya.

Saling gempur antara Israel dan Hamas ini terjadi walaupun gencatan senjata sempat disepakati pada bulan lalu. Kekerasan berawal pada Jumat (3/5), saat aksi demo warga Palestina di Gaza untuk memprotes penerapan blokade di wilayah tersebut. Seorang pria bersenjata Palestina menembak dan melukai dua tentara Israel di dekat tembok perbatasan. Israel membalasnya dengan melancarkan serangan udara yang menewaskan dua militan Hamas.
Serangan roket dari Gaza dimulai pada Sabtu (4/5) pagi waktu setempat. Saat itu, sistem pertahanan rudal Israel berhasil menembak jatuh puluhan roket, tetapi sejumlah rumah di beberapa kota dan desa Israel terkena serangan roket.(dtc)

Comments

News Feed