oleh

Sekda Meranti Imbau Masyarakat Jeli Membeli Takjil 

SELATPANJANG (HR)-Kegiatan rutin tahunan dalam bulan puasa dengan diadakannya bazar
ramadhan 1440 H yang dipusatkan di Jalan Ahmad Yani, Selatpanjang, Kabupaten Meranti
membawa berkah bagi para pedagang Musiman mengais rejeki di bulan Ramadan.

Seperti, para pedagangan kue, minuman serta masakan siap saji. Para pedagang merasa sangat bersyukur dan
berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memfasilitasi bazar Ramadan tahun ini.
Bazar Ramadan ini dibuka Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Yulian Norwis, Senin (6/5). Tujuannya, memberikan fasilitas kepada pedagang untuk berjualan dan mempermudah masyarakat untuk membeli takjil berbuka puasa ini Usai melakukan peninjauan di setiap lapak Bazar.

Yulian Norwis mengatakan, terkait pengawasan terhadap takjil yang kerap dijual sore hari menjelang berbuka, Pemkab juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk berada dilokasi mengecek kondisi makanan yang dijual para penjual.

“Kami imbau agar masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih makanan. Harus teliti.
Misalnya hindari membeli makanan dengan warna yang ngejreng karena patut diduga
menggunakan pewarna berbahaya, melakukan pengamatan kemasan dengan membaca label
tanggal kadaluarsa, nama komposisi dan kondisi kemasan,” sebutnya.

Yulian Norwis juga mengimbau, masyarakat untuk jeli dalam memilih makanan yang basah.
Daya tahan normal makanan basah biasanya hanya enam jam. Jika bisa bertahan lama, hingga satu atau
dua hari maka patut diduga mengandung pengawet berbahaya.

Seperti diketahui, seperti tahun-tahun sebelumnya Pemerintan Kabupaten Kepulauan Meranti
melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan memberikan fasilitas tenda dan tempat kepada para
pedagang untuk berjualan Takjil.

Di tempat ini, sebanyak 57 tenda disediakan gratis. Seperti dikatakan
Kadis Perindag Meranti tiap pedagang hanya diminta iuran perlapak sebesar 1000 rupiah yang
diperuntukan untuk biaya petugas kebersihan.

Sementara itu, pedagang kue dan gorengan sebut saja namanya wati juga berterima kasih telah
difasilitasi oleh pemerintah kabupaten melalui Disperindagkop Meranti dengan biaya iuran/hari
Rp1.000 yang tidak terlalu memberatkan para pedagang.

“Alhamdulillah kami para pedagang kecil sangat berterima kasih dengan iuran 1000 rupiah perhari
Inshaa Allah bisa terjangkau bagi kami yang cuma untung tak seberapa,” ujarnya.(him)

Comments

News Feed