oleh

2018 PEMKAB UTAMAKAN PROGRAMKAN SENTUHAN MASYARAKAT

 

Dipercaya untuk memimpin untuk ke-2 periode serta mendapatkan beban untuk memikul tanggung jawab sebagai Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil), 8 Juni 2016, Suyatno-Jamiludin langsung merumuskan strategi pembangunan Negeri Seribu Kubah. Berbagai kebijakan diimplementasikan agar program pembangunan berjalan sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil.

Strategi itu pun oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjadi sasaran tembak mencapai tujuan kesejahteraan rakyat. Dirancang secara konseptual, analitis, realistis, rasional, dan komprehensif, fokus pembangunan Kabupaten Rohil dititik beratkan pada peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyataan demi pengentasan kemiskinan.

Tentunya, pemanfaatan sumberdaya pembangunan (sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi dan modal) dicanangkan hingga ke kelurahan dan kepenghuluan. Mengembangkan agribisnis dan ekonomi pedesaan menjadi nilai tambah bagi masyarakat di samping perkebunan, perikanan dan kelautan, pertanian, minyak dan gas bumi, serta lainnya.

Dalam membangun manusia yang cerdas,bupati Rohil, H Suyatno menanamkan nilai-nilai religius kepada masyarakatnya dengan tetap menjunjung budaya Melayu yang memiliki keterampilan. Sedangkan, sistem penyelenggaraan tata pemerintahan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tak lupa, Suyatno mengupayakan terwujudnya interkoneksitas sinergis dengan Pemerintah Provinsi Riau dan kabupaten/kota lainnya. Dengan begitu, upaya menghasilkan produk yang dibutuhkan wilayah lain dapat dicukupi oleh Kabupaten Rohil sebagai penghasil padi dan ikan terbesar di Riau.

Untuk itulah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rohil dijadikannya badan perencana yang responsif, inovatif dan amanah dengan mewujudkan sistem penyusunan dan dokumen-dokumen rencana pembangunan secara terintegrasi dan realistis. Di tangannya, Bappeda diwajibkan mewujudkan sistem perencanaan terkoordinasi antara lembaga pemerintah dan non pemerintah serta mendayagunakan potensi daerah dan sumberdaya alam, melalui pendekatan dan pemanfaatan sistem informasi yang optimal.

Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
Menyangkut bidang pendidikan, Suyatno wujudkan sumber daya manusia yang kokoh, beriman dan bertakwa. Unggul ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni namun tetap bermartabat. Kebijakan pembangunan pendidikan di tiap sekolah pendidikan dasar, pertama, menengah, serta pendidikan luar sekolah terus didorongnya dengan melengkapi berbagai infrastruktur agar penghayatan dan pengalaman keagamaan menjadi keunggulan peserta didik secara optimal.

Mengenai infrastruktur, Suyatno memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan dalam mendongkrak perekonomian masyarakat. Dengan begitu, potensi unggulan daerah terutama perkebunan kelapa sawit serta pertanian pangan dapat diangkut petani ke pabrik dan pasar. Suyato sadar jika jalan dan jembatan dibiarkan akan berdampak menurunnya produksi hasil bumi hingga melemahnya perekonomian masyarakat.

Begitu juga soal kesehatan masyarakat, belum lama ini Bupati Rohil, H Suyatno, mendapat undangan khusus dari Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek karena dinilai meningkatkan kesehatan daerah perbatasan. Menkes pun berjanji memperkuat infrastruktur kesehatan daerah perbatasan, seperti Rohil dengan meningkatkan jumlah penempatan tenaga dokter dan bidan.

Apalagi, Pemkab Rohil belakangan memperbayak peningkatan puskemas menjadi puskesmas rawat inap di setiap kecamatan dan memperbanyak rumah sakit serta tenaga medis. Tersedianya tenaga medis tentu memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang didukung dengan berobat gratis dan tentunya, masyarakat yang sehat dapat menekan angka kemiskinan.

Menyangkut pengelolaan tata pemerintahan, Bupati Rohil, H Suyatno, menekankan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mewujudkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga honorer bekerja profesional. Sehingga, pegawai memiliki keunggulan kompetitif melalui pembinaan manajemen PNS.

Mengembangkan Sistem pembinaan PNS dilakukan Suyatno berdasarkan sistem karier dan prestasi kerja. Melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat), PNS dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

Sehingga, efisiensi dan efektivitas manajemen pegawai terus didukung oleh Sistem Informasi Manajemen kepegawaian yang tepat dan akurat.Sedangkan, kebijakan yang diambil pada sektor kelautan dan perikanan, Pemkab Rohil memainkan perannya pada pendekatan pembangunan yang diarahkan untuk memperbaiki perekonomian nelayan. Sehingga, dalam penggerakkan ekonomi kerakyatan, pembudidaya ikan kolam dan laut mampu menjadikan masyarakat mandiri.

Pengembangan teknologi budidaya
perikanan, teknologi penangkapan ikan dan teknologi pengolahan hasil perikanan terbukti mampu meningkatkan kemampuan sumber daya masyarakat. Oleh karena itu pembinaan terhadap pembudiya ikan/nelayan tidak hanya ditujukan kepada fungsi mereka sebagai faktor produksi atau tenaga kerja, tetapi juga kepada fungsi mereka sebagai sumberdaya insani yang memerlukan keseimbangan kesejahtraan rohani dan jasmani.

Apalagi, lahan kelautan dan perikanan di Kabupaten Rohil dan di tangan Suyatno dikembangkan secara optimal tanpa mengganggu kelestariannya. Sehingga, pemgembangan kelautan dan perikanan mendorong ke arah penagkapan jarak jauh serta pengembangan usaha budidaya laut pada lokasi potensial.

“Strategi pembangunan inilah yang saya jalankan sehingga kesejahteraan rakyat terus meningkat. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan diprioritaskan supaya masyarakat miskin menjadi hidup layak. Karena, pembangunan nasional tidak saja menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, tetapi juga menghasilkan kesejahteraan rakyat yang makin meningkat dan makin merata,”tutur Suyatno.

Meningkatkan derajat pendidikan dan kesehatan, bagi Suyatno dampak pada peningkatan kualitas pembangunan. “Di bidang keagamaan, selama ini kita telah berhasil menciptakan suasana kehidupan antaragama yang rukun. Sehingga, pemeluk agama dapat menjalankan ibadahnya dengan tenteram, dan memperkuat persatuan dan
kesatuan bangsa,”sambungnya.

Selanjutnya, prioritas kesehatan masyarakat, dibeberkan Suyatno, tidak terpisahkan dari pembangunan nasional yang diupayakan pemerintah. “Pembangunan kesehatan di tengah beban dan permasalahan kesehatan yang semakin pelik, dibutuhkan strategi jitu untuk menghadapinya. Dalam mengatasi masalah ini, kunci suksesnya komitmen politis dari semua pihak, baik dari eksekutif, legislatif, maupun masyarakat, termasuk swasta. Untuk itulah pembiayaan dan tenaga medis diprioritaskan pada
pembangunan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap, menambah jumlah dokter spesialis, bidan dan perawat,” ungkapnya.

Dalam menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, Suyatno, merumuskan strategi dengan desa siaga. Seluruh masyarakat diminta berperilaku hidup bersih dan sehat serta seluruh keluarga sadar gizi.
“Sasaran utama strategi ini adalah ; Setiap orang miskin mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Setipa bayi, anak, dan kelompok masyarakat risiko tinggi terlindungi dari penyakit dengan tersedianya SDM kesehatan yang kompeten di setiap desa,” beber BUpati Rohil. Di samping itu, strategi pembangunan kawasan perbatasan tak luput dari sasaran utama Suyatno. Memantapkan penataan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak bisa ditawar-tawar.

Hal itu dilakukan
dalam bentuk percepatan pembangunan daerah tertinggal dengan meningkatkan pengembangan perekonomian daerah dan kualitas sumber daya manusia yang didukung oleh kelembagaan dan ketersediaan infrastruktur perekonomian dan pelayanan dasar.
“Pengertian kawasan perbatasan negara menurut UU 26/2007 dan PP 26/2008 adalah wilayah kabupaten/kota yang secara geografis dan demografis berbatasan langsung dengan negara tetangga dan atau laut lepas. Dalam hal batas wilayah negara di darat, kawasan perbatasan berada di kecamatan yang berhadapan langsung dengan negara tetangga. Maka, wilayah ini wajib hukumnya diberi perhatian penuh,” kata Suyatno.

Wabup Jamiluddin Rutinkan Blusukan
BEGITU resmi menjadi Wakil Bupati (Wabup) Rohil mendapingi Bupati H Suyatno, Drs Jamiluddin sudah memiliki sejumlah agenda untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Salah satunya, Wabup Jamiluddin akan rutin blusukan dari satu kampung ke kampung lain dalam menyerap aspirasi masyarakat.

Mempunyai tugas membantu Bupati dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah dan mengkoordinasikan kegiatan instansi vertikal, menindaklanjuti laporan atau temuan hasil pengawasan, serta melaksanakan pemberdayaan perempuan dan pemuda, dan mengembangkan pelestarian sosial budaya dan lingkungan hidup.

Jamiluddin bakal
menerapkan sistem kerjanya lebih banyak di lapangan ke timbang duduk di balik meja.Baginya, blusukan adalah modal kuat untuk merasakan apa yang dibutuhkan rakyat selain tetap memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan yang dibebankan kepadanya. Hasil temuan dari blusukan bakal dikolaborasikannya sekaligus memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan dan kelurahan serta kepenghuluan.

Dengan begitu, dirinya menjadi lebih leluasa dan menguasai materi dalam memberikan saran dan pertimbangan kepada bupati. Karena, melaksanakan tugas dan kewajiban pemerintahan lainnya yang diberikan oleh bupati kepadanya kelak apabila kepala daerah berhalangan dapat ia laksanakan dengan sebaik-baiknya.

Sesuai amanah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), blusukan menjadi tradisi untuk menyerap apa yang diinginkan rakyat bakal terus dilakukan Jamiluddin nantinya. Mantan anggota DPRD tiga periode dan dua kali menjabat Wakil Ketua DPRD Rohil bakal membagi waktunya antara di kantor dan di lapangan.

“Sebagai petugas partai, saya akan menjalankan perintah untuk lebih banyak membantu bupati. Tradisi di PDI-P kan kepala daerah wajib blusukan dari kampung ke kampung, termasuk ke pasar sekali pun. Ini untuk mengetahui apa saja yang menjadi masalah di tengah rakyat, dan apa saja yang mereka butuhkan. Sehingga pemerintah hadir bersama rakyat dalam membangun Indonesia ke arah yang lebih baik,” tutur Jamiluddin yang resmi dilantik sebagai Wabup Rohil mendampingi Bupati H Suyatno oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman.

27 Januari 2016 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rohil menetapkan H Suyatno dan Drs Jamiluddin sebagai pasangan bupati dan wakil periode 2016-2021 melalui rapat pleno hasil Pemilukada serentak 09 Desember 2015. Sejak itu pula, Jamiluddin ditetapkan sebagai Wakil Bupati Rohil terpilih dan akan mengabdikan diri membangun Negeri Seribu Kubah bersama Suyatno.

“Tak ada yang istimewa. Saya akan tetap bersama rakyat. Saya akan membagi waktu antara di kantor dan di lapangan. Malahan saya sudah katakan dengan Pak Bupati H Suyatno kalau saya paling bekerja di kantor 2 jam, sisanya lebih banyak di lapangan. Satu jam sebelum jam pulang, saya akan kembali ke kantor untuk mengecek seluruh tugas pegawai,” kata Jamiluddin.

Menyangkut jarak tempuh yang cukup jauh antara kediaman pribadinya di Kecamatan Bangko Pusako dan rumah dinas di Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Jamiluddin menegaskan tidak menjadi persoalan baginya. “Rakyat tidak boleh ditinggalkan. Senin sampai Jumat saya di Bagansiapiapi menjalankan tugas. Jumat sore sampai Minggu saya kan bisa pulang ke Bangko Pusako dan berbaur dengan masyarakat. Jadi ya harus pandai-pandai mengatur waktu. Kasihan kalau masyarakat membutuhkan saya sudah jauh-jauh datang ke rumah (Bangko Pusako) malah saya tidak ada di tempat,” ungkap Jamiluddin yang juga Ketua DPC PDI-P Rohil ini. (Advetorial/Humas).

Comments

News Feed