oleh

Antisipasi Aksi Geng Motor di Pekanbaru, Polantas Kerahkan Mobil Preman

PEKANBARU (HR)-Pihak kepolisian di Pekanbaru mengerahkan beberapa unit mobil preman untuk menyergap para pelanggar lalulintas di Kota Bertuah. Kendaraan tersebut didukung sejumlah mobil dan sepeda motor patroli.

Seperti yang dilakukan Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Riau bersama Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru, Rabu (8/5) malam. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 22.00 WIB, dan berlangsung hingga beberapa jam ke depan.

Dikatakan Wadirlantas Polda Riau, AKBP Fadly Munzir Ismail, kegiatan itu dilakukan untuk mengantisipasi maraknya aksi geng motor yang saat ini sangat meresahkan masyarakat.

“Kita melakukan penertiban terhadap kendaraan roda dua yang meresahkan. Karena belakangan ini di Pekanbaru sudah mulai ada gejala, riak-riak geng motor,” ujar Fadly di sela-sela kegiatan.

Hal itu bukan tanpa alasan. Beberapa waktu yang lalu, ratusan anggota geng motor terlibat aksi pengeroyokan terhadap anggota Polri di kawasan purna MTQ Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman.

Tidak hanya itu, anggota geng motor juga diduga melakukan aksi pembacokan terhadap seorang pemuda di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru pada Rabu dini hari kemarin.

“Dini hari kemarin ada satu korban pembacokan yang diduga dilakukan anggota geng motor. Pelaku kalau tak salah 3 orang, dimana pelaku tersebut masih berusia remaja,” sebut Wadirlantas didampingi Wakasatlantas Polresta Pekanbaru, AKP Dasmaliki.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut kita turun. Kita tidak mau Pekanbaru menjadi kota yang brutal anak-anak mudanya,” sambung dia.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 30 orang personel Kepolisian Lalulintas (Polantas) dilibatkan. Tidak hanya itu, sebanyak 4 unit mobil preman, 5 unit mobil patroli, dan 8 unit sepeda motor patroli dikerahkan dalam operasi malam itu. Hasilnya, sebanyak 20-an unit sepeda motor diamankan.

“Target kita adalah para pemotor yang kendaraannya tidak sesuai spek, trondol, terutama knalpot yang bising. Dan kerumunan-kerumunan kelompok pemotor yang disebut geng motor,” sebut AKBP Fadly.

Dikerahkannya mobil preman tersebut menjadi pilihan utama petugas dalam kegiatan malam itu. Dimana kendaraan tersebut, kata Fadly, berguna untuk melakukan pembuntutan dan penyergapan terhadap para pelanggar lalulintas.

“Kita memakai CB bukan pengejaran, tapi penyergapan dengan menggunakan mobil preman. Kita meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan jika kita melakukan kejar kejaran dengan para pelanggar. Dengan mobil preman kita ikuti, setelah mereka berhenti baru kita lakukan penyergapan,” terang dia.

Diharapkan, dengan cara begitu para pelanggar lalulintas tersebut akan merasa takut karena sewaktu-waktu mereka bisa disergap. “Karena mereka tidak tahu mobil preman mana yang akan menyergap mereka. Kalau pakai mobil patroli kan mereka pasti sudah tahu,” imbuh AKBP Fadly.

“Setelah diamankan, diberi sanksi tilang. Bahkan kita tahan (kendaraannya) sampai waktu yang cukup lama,” pungkas dia seraya mengatakan kegiatan tersebut akan rutin dilaksanakan hingga lebaran Idul Fitri tahun ini.(dod)

Comments

News Feed