oleh

Optimalkan Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran, Ini Upaya yang Dilakukan Bapenda Bengkalis

BENGKALIS-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bengkalis selaku leading sector yang bertanggung jawab terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terus melakukan inovasi dan terobosan dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah, baik dari pajak maupun retribusi.

Sumber PAD yang dimiliki Kabupaten Bengkalis ada dua unsur, yakni hasil pajak daerah dan retribusi daerah. Untuk penerimaan PAD dari pajak daerah terdapat 12 jenis. Yakni pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan PLN, penerangan jalan non PLN, parkir, air tanah, sarang burung walet, mineral bukan logam dan batuan, bumi dan bangunan dan pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

“Dari jenis ini ada beberapa item yang memang belum mencapai target, namun juga ada beberapa item yang melebihi dari target yang telah ditetapkan. Total realisasi penerimaan tahun 2018 dari 12 jenis pajak daerah ini sebesar Rp.65 miliar lebih dari target PAD selama setahun,” ujar Kepala Bapenda Kabupaten Bengkalis, Imam Hakim melalui melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pengembangan, Syahrudin.

Salah satu fokus Bapenda Kabupaten Bengkalis dalam upaya meningkatkan penerimaan pajak daerah, khususnya di sektor pajak hotel dan restoran adalah dengan menerapkan sistem pembayaran secara online atau non tunai bekerjasama dengan Bank Riau Kepri.

“Kita sedang melakukan konseling dengan Bank Riau Kepri Pusat yang berada di Pekanbaru. Untuk aplikasi dan datanya sudah kita input ke sistem kita, tinggal menunggu kesiapan dari pihak Bank Riau Kepri untuk mensinkronkannya,”ujar Syahrudin.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengembangan Bapeda Kabupaten Bengkalis ini berharap pelayanan Pajak Hotel dan Restoran secara online  atau non tunai ini bisa terealisasi dalam tahun 2019 ini sehingga pelaku usaha atau wajib pajak bisa dengan mudah melakukan pembayaran pajak.

Dipaparkan Syahrudin, baik pajak hotel dan restoran maupun jenis-jenis pajak lainnya, Kabupaten Bengkalis sama dengan Kabupaten Siak telah melakukan testi moni dengan Bank Riau Kepri. Jika tidak kendala, dua atau tiga bulan ke depan pembayaran pajak hotel dan restoran sudah bisa dilakukan secara online atau non tunai.

“Kita menunggu kesiapan dari pihak Bank Riau Kepri. Untuk aplikasi dan data basenya sudah diinput ke dalam sistem kita,” ujarnya.

Syahrudin berharap peningkatan pelayanan sistem pembayaran pajak secara online atau non tunai berdampak signifikan terhadap tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak tepat waktu. Karena pajak yang dibayar merupakan sumber pendanaan untuk pembangunan daerah.

Upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan penerimaan PAD, pada tahun 2017 dan 2018 Bapenda Bengkalis telah melakukan kerjasama dengan BPKP untuk melakukan pemeriksaan bersama terhadap wajib pajak guna meningatkan penerimaan pajak dari sektor hotel dan restoran ini.

“Secara umum dari hasil pemeriksaan yang telakukan BPKP terhadap wajib pajak, dia patuh melakukan pembayaran tapi pembayaran belum kepatutan atau maksimal,” papar Syahrudin.

Selain itu, mulai tahun 2018 kemarin Bapenda Bengkalis memberikan reward (apresiasi) kepada wajib pajak yang patuh membayar pajak. “Waktu itu penghargaan langsung diserahkan Bupati Bengkalis di Hotel Surya Duri dan tahun 2019 ini hal serupa juga akan kita lakukan kembali dengan memberikan reward kepada wajib pajak yang taat membayar pajak,” bebernya.

Bapenda Bengkalis juga telah membentuk Tim Optimalisai Pendapatan Asli Daerah (TOPAD) yang beranggotakan lintas SKPD dan organisasi vertikal. Tim ini tugasnya bersama-sama memberikan pemahaman kepada wajib atas kewajiban dalam melakukan membayar pajak.

“Kita juga terus melakukan sosialisasi, imbauan dan pemberian akrilik kepada setiap pengusaha wajib pajak baik rumah makan, restoran, hotel maupun tempat hiburan untuk taat membayar pajak,” harapnya.

Comments

News Feed