oleh

Bulan Menggapai Rahmat

Oleh: Dr. H. Mahyudin, MA
(Kepala Kanwil Kemenag Riau)

Ramadan merupakan penamaan bagi bulan kesembilan dalam tahun Hijriah, yang artinya sangat panas. Makna ini akan sesuai bila dikaitkan dengan tradisi orang Arab Jahiliyah yang memanaskan senjata mereka di terik matahari pada bulan Ramadan. Semua itu dilakukan mereka guna mempersiapkan diri untuk berperang pada bulan Syawal jika diserang, sebelum memasuki bulan haram (zulqaidah, zulhijjah, muharram dan rajab).

Dengan datangnya Islam, maka makna ini terkesampingkan kepada pemahaman bahwa Ramadan adalah bulan pembakaran dan peleburan dosa.
Hal ini sesuai dengan sabda rasul yang artinya: “Salat lima waktu, antara Salat Jumat ke Salat Jumat dan Ramadan ke Ramadan penghapus dosa di antara keduanya, jika dijauhi dosa-dosa besar” (HR. Muslim). Siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan kewaspadaan, maka diampuni dosa-dosa masa lalu (HR. Muttafaqun ‘Alaih)

Ramadan adalah bulan yang sangat mulia dan istimewa, sehingga bulan ini memiliki banyak julukan, di antaranya Syahr al-Qur’an (Bulan penurunan al-Qur’an), Syahr an-Najah (bulan pelepasan dari azab neraka), Syahr at-Tilawah (bulan membaca dan memahami al-Qur’an), Syahr ash-Shabr (bulan melatih diri bersabar atas penderitaan yang dihadapi dalam melaksanakan tugas-tugas agama), Syahr ash-Shiyam (bulan melaksanakan puasa), Syahr ar-Rahmah (bulan pelimpahan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya), dan Syahr al-‘Id (bulan yang dirayakan hari berbuka dari padanya).
Begitu banyaknya julukan bulan Ramadan tersebut sebagai pertanda betapa besarnya rahmat Allah SWT di bulan ini.

Rahmat Allah di Bulan Ramadan

Secara kebahasaan, rahmah atau rahmat berasal dari akar kata rahima-yarhamu-rahmah. Kata ini terulang sebanyak 338 kali di dalam Alquran, dengan rincian 8 kali dalam bentuk fi’il madhi, 15 kali dalam bentuk fi’il mudhari’, dan 5 kali dalam bentuk fi’il amr. Sedangkan selebihnya berbentuk isim.
Sedangkan kata rahmah itu sendiri disebut di dalam Alquran sebanyak 145 kali.

Pada dasarnya, kata yang berasal dari satu kata yang terdiri dari tiga huruf (ra, ha dan mim), mengacu pada makna “kelembutan hati”, “belas kasih”, dan “kehalusan”. Dari kata ini terbentuklah kata rahima yang memiliki arti “ikatan darah”, persaudaraan, atau hubungan kerabat.

Penamaan rahim pada peranakan perempuan karena selama janin berada di rahim ibunya, terjalinlah hubungan kasih sayang antara ibu dengan anak yang ada dalam kandungannya. Seperti apa perlakukan baik dan kasih sayang yang diperbuat seorang ibu pada dirinya, seperti itu pula lah yang dirasakan oleh anak yang ada dalam kandungannya.

Potret kasih sayang inilah yang mestinya diberikan kepada saudara seiman kita, sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya: “Tidaklah beriman seseorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR. Bukhari dan Muslim).

Ramadan adalah bulan rahmah, artinya bulan Ramadan adalah bulan limpahan kasih sayang, dengan berbagai macam kesempatan dan pahala yang berlipat-lipat untuk setiap amalan yang kita lakukan.

Allah mencurahkan rahmat di bulan Ramadan bagi mereka yang mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah. Begitu besarnya rahmat Allah di bulan Ramadan, sampai-sampai dalam urusan sahur dan berbuka pun di situ ada rahmat-Nya. Itu sebabnya, rasul menganjurkan menta’khirkan sahur dan mensegerakan berbuka. Ini artinya bahwa siapa saja yang menta’khirkan sahur dan mensegerakan berbuka, di situ ada pahala sebagai tanda rahmat yang Allah curahkan kepada hamba-Nya. Begitu juga halnya, Rasul menegaskan bahwa sekalipun sebutir kurma dan seteguk air putih yang mampu disedekahkan untuk orang yang berbuka, maka dia mendapatkan pahala seperti pahalanya orang puasa yang diberikan perbukaan tersebut.

Pada bulan Ramadan, Allah membuka pintu-pintu surga, mengunci pintu-pintu neraka dan membelenggu setan-setan (HR. Bukhari dan Muslim). Pada kesempatan lain Rasul menegaskan bahwa bila Ramadan datang, maka Allah mencurahkan berkah, melimpahkan rahmat, menghapus kesalahan dan mengabulkan doa. Pada bulan ini Allah ingin melihat perlombaan ibadah dari hamba-hamba-Nya dalam rangka meraih rahmat dari-Nya. Mereka yang berlomba dalam ibadah inilah yang dibanggakan-Nya kepada para malaikat-Nya. Maka sengsaralah mereka yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ramadhan ini (HR. ad-Daruquthni).

Rahmat Allah tersebut, sebagaimana dipahami oleh sebagian ulama, adalah anugerah yang hanya bias diberikan Allah SWT, tidak dapat diperoleh dari siapa pun. Rahmat yang dimaksud, dua akan Allah berikan di dunia dan dua lagi di akhirat. Adapun dua di dunia tersebut adalah: Pertama, dalam hal kesempurnaan ciptaan dan pemeliharaannya. Kesempurnaan pemeliharaan ini seperti: kesehatan, rezki, umur, dan lain-lain. Dengan demikian, ibadah yang dilakukan di bulan ramadhan akan berbuah kesehatan yang semakin membaik, rezki yang dilapangkan dan umur yang dipanjangkan. Kedua, hidayah. Artinya, mereka yang beribadah di bulan ramadhan, maka Allah akan curahkan hidayah kepada-Nya.

Adapun dua rahmat Allah di akhirat adalah: Pertama, masuk surga. Artinya, mereka yang beribadah di bulan ramadhan dijanjikan Allah dengan surga. Bahkan bagi mereka yang berpuasa ini dimuliakan masuk surge lewat pintu ar-Rayyan. Kedua, berjumpa dengan Allah di surga. Inilah setinggi-tinggi rahmat dan puncak kenikmatan.

Dari sejumlah dalil di atas terlihat bertapa besar dan banyaknya rahmat yang dicurahkan Allah kepada hambanya yang mengisi ramadhan dengan berbagai ibadah, seperti puasa, shalat tarawih dan witir, tadarus al-Qur’an, zikir dan doa, dan berbagai kesalaehan lainnya.

Jika Allah mencurahkan rahmat kepada hambanya, maka sudah semestinya kita meneladani Allah dengan mencurahkan kasih sayang terhadap sesama dengan menonjolkan kepedulian social kita. Di bulan inilah kita diharapkan peduli terhadap fakir miskin, anak yatim dan orang dhu’afa lainnya. Sesama hamba hendaklah kita senantiasa bertutur kata yang lemah lembut dan sopan, tidak menghujat, memfitnah dan mengadu domba. Inilah bagian dianatar butirah hikmah dari rahmatnya ramadhan yang harus teraplikasi dalam kehidupan sehari hari.****

Comments

News Feed