oleh

Hakim Tolak Eksepsi Muhammad Nasir

 

PEKANBARU (HR)-Muhammad Nasir harus menjalani proses persidangan yang panjang dalam perkara dugaan korupsi proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis. Hal itu setelah majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai itu.

Itu diketahui dari persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (9/5). Adapun agenda sidang adalah putusan sela terhadap keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam putusan selanya, majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu, menyatakan tidak ada persoalan terhadap surat dakwaan JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Baik dari syarat formal maupun materil surat dakwaan.

Sementara terhadap surat dakwaan itu sempat ditolak M Nasir. Itu tertuang dalam eksepsi yang diajukan pihaknya pada persidangan sebelumnya. “Menolak seluruh eksepsi terdakwa (M Nasir,red), dan menerima dakwaan JPU serta menyatakan sah demi hukum,” ujar Hakim Ketua di hadapan terdakwa M Nasir, penasehat hukumnya, dan Jaksa KPK.

Atas ditolaknya eksepsi yang tersebut, maka Feby Dwiandospendy dan rekan selaku JPU, diperintahkan untuk menghadirkan saksi-saksi dalam sidang pembuktian terhadap terdakwa M Nasir. “?Memerintahkan Jaksa untuk menghadirkan saksi-saksi dalam pembuktian terhadap terdakwa,” tegas Hakim Saut Maruli sambil mengetuk palunya pertanda sidang ditutup.

Dalam perkara ini, ada seorang terdakwa lainnya. Dia adalah Hobby Siregar, Direktur Utama (Dirut) PT Mawatindo Road Construction (MRC). PT MRC merupakan pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut pada tahun 2013-2015. Terkait dengan terdakwa Hobby, dirinya tidak mengajukan eksepsi dalam perkara yang tengah dihadapinya.

M Nasir dalam perkara ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis. M Nasir dan Hobby Siregar diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter.

Yang mana, dalam dakwaan JPU KPK, terdakwa M Nasir diduga telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp2 miliar, sedangkan terdakwa Hobby Siregar, disebut telah memperkaya diri atau perusahaannya sebesar Rp40.876.991.970,63.? Akibat perbuatan kedua terdakwa, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp80 miliar dari anggaran sebesar Rp495 miliar.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (dod)

Comments

News Feed