oleh

Pekanbaru Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Bawang dan Cabai

PEKANBARU (HR)- Kota Pekanbaru belum mampu memenuhi kebutuhan bawang dan cabai untuk masyarakat. Dari 1.746 ton kebutuhan bawang, Pekanbaru hanya bisa memenuhi sekitar 30 persen saja. Begitu juga dengan cabai, dari 447 ton kebutuhan, Pekanbaru hanya mampu memenuhi sekitar 70 persen saja.

Kekurangannya masih dipasok dari provinsi tetangga, Sumatera Barat dan Utara. Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Pekanbaru Firdaus, mengakui Pekanbaru memang belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi cabai dan bawang merah di tengah masyarakat. Sebab kondisi cuaca terhadap masa panen.

Apalagi, kebutuhan pangan penduduk Kota Pekanbaru saat ini masih tergantung dari daerah Sumatera Utara dan Barat. “Bila terjadi keterlambatan pasokan dari dua daerah itu, harga pangan seperti cabai, bawang merah, dan jenis sayuran lainnya mengalami kenaikan,” katanya.

Ia menjelaskan, jenis cabai merah yang dihasilkan petani Pekanbaru tidak jauh beda dengan daerah lain, sehingga ada anggapan semua cabai yang diperjualbelikan di pasar tradisional dipasok dari luar. Untuk meningkatkan produksi cabai merah menuju sentra penghasil, pihaknya akan mendorong peningkatan produksi. Dengan cara menambah lahan pertanian cabai.

Ia menjelaskan, upaya pihaknya akan terus didorong dengan memberikan bantuan bibit dan pupuk bagi petani, sehingga memperluas luasan tanam cabai merah. “Sejak tahun 2015 kami membantu bibit bagi petani. Untuk mendorong para petani agar menanam cabai merah dan bawang merah dengan luasan tanaman bawang merah 22 hektare dan cabai merah 18 hektare. Kami ingin Pekanbaru bisa lebih mandiri dalam segi pertanian. Dan dana dari APBN melalui Kementerian Pertanian tahun 2015 lalu,” jelasnya.

Ia menilai upaya mendorong pertanian cabai merah dan bawang merah untuk menambah ketersediaan kedua komoditas ini di pasaran lokal. “Karena selama ini cabai dan bawang merah yang beredar di pasar tradisional Pekanbaru itu berasal dari luar provinsi Riau seperti Jawa, Sumbar dan Medan. Kedua kebutuhan pokok permintaannya tinggi di Pekanbaru,” tutupnya.(her)

Comments

News Feed