oleh

PT Agung Rafa Bonai Kembali Lanjutkan Pembangunan Fisik Pasar Induk

PEKANBARU (HR)- Proyek pembangunan Pasar Induk Pekanbaru kembali bergulir. Proses pembangunan fisik pasar bernilai Rp94 miliar ini sempat stagnan selama tiga bulan.

Rekanan pemerintah kota yang jadi pengembang pasar induk, PT Agung Rafa Bonai memulai proses pembangunan sejak April 2019. Mereka kembali memulai pembangunan setelah sempat menghentikan proyek berlokasi di tepi Jalan Soekarno-Hatta ujung. Pengembang tidak sanggup menuntaskan pembangunan hingga Oktober 2018 lalu. Proyek pun sempat terhenti. Kini proyek kembali berjalan.

Pantauan di lapangan, proyek fisik Pasar Induk belum begitu terlihat. Saat ini hanya terlihat sejumlah tiang bangunan berdiri. Mereka tampak menggesa pematangan lahan dengan menimbun kawasan itu. Sejumlah truk bermuatan tanah timbun masuk ke areal proyek. Truk itu datang silih berganti.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Kota Pekanbaru tidak menampik bahwa proyek Pasar Induk sempat staganan selama tiga bulan. Kondisi ini lantaran adalah permasalahan di manajemen PT Agung Rafa Bonai. “Jadi proyek ini sempat stagnan karena kesalahan PT Agung Rafa Bonai sebagai mitra pengembang,” jelas Kepala DPP Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, Kamis (9/5).

Menurutnya, pengembang bakal melanjutkan proses pembanguman pasar induk. Mereka cuma memperoleh waktu untuk menuntaskan fisik pasar induk hingga Oktober 2019. Walau sempat ada masalah, Ingot mengaku dinas tetap mempersilahkan pengembang melanjutkan proses pembangunan pasar. Mereka sudah diminta untuk menjadwalkan ulang proses pembangunan fisik pasar.

Pengembang juga harus berkonsultasi dengan konsultan yang sudah ditunjuk oleh pemerintah kota. “Jadi perencanaannya lebih matang dan akuntanbel. Kita percaya proyek ini bakal terlaksana,” jelasnya. Keberadaan Pasar Induk di Pekanbaru sudah sangat mendesak. Proses bongkar muat komoditi pasar di Pekanbaru dekat Terminal Tipe C Pekanbaru. Posisinya tidak jauh dari Terminal Tipe A Bandar Raya Payung Sekaki. “Saat ini untuk bongkar muat tidak mungkin lagi di sana. Sebab nantinya Terminal Tipe C untuk parkir bus trans metro,” jelasnya.

Sebelumnya, DPP Pekanbaru sempat melayangkan dua kali surat teguran kepada pengembang pasar induk. Surat ini adalah bentuk peringatan agar pengembang berkomitmen untuk mempercepat pembangunan pasar induk. Pengembang harus lakukan percepatan agar merampungkan fisik pasar induk pada Oktober 2019 mendatang. Mereka juga melakukan evaluasi terhadap kinerja pengembang.(tpc)

Comments

News Feed