oleh

Tim Ke-40 yang Tampil di Final Liga Champions

Jakarta (HR)-Tottenham Hotspur mencatatkan diri sebagai tim ke-40 yang lolos ke final Liga Champions. Sebelum Spurs- julukan Tottenham- ada 39 tim lainnya yang sebelumnya pernah berlaga di partai final.

Raksasa Spanyol, Real Madrid, menjadi tim yang paling sering tampil di final dengan jumlah 16 kali, 13 di antaranya berbuah juara. Sementara itu, Juventus menjadi tim yang paling sering kalah di final. Si Nyonya Tua tercatat sudah sembilan kali masuk final, namun hanya dua yang berbuah juara. Sedangkan tujuh lainnya berakhir dengan kekalahan.

Ada 18 klub yang baru pernah mencicipi final, empat di antaranya berhasil menjadi juara. Keempat tim adalah Feyenoord (1970), Aston Villa (1982), PSV Eindhoven (1988), dan Red Star Belgrade (1991).

Spurs lolos ke partai puncak setelah menang 3-2 atas Ajax Amsterdam pada leg kedua semifinal di Johan Cruyff Arena pada Rabu (8/5/2019) atau Kamis dini hari WIB.

Spurs lolos ke final berkat unggul agresivitas gol di kandang lawan. Pada leg pertama di kandang sendiri pekan lalu, Spurs kalah dari Ajax dengan skor 0-1.

Selain menjadi tim ke-40, Spurs menjadi tim Inggris ke-8 yang lolos ke final kejuaraan Eropa setelah Arsenal, Aston Villa, Chelsea, Leeds United, Liverpool, Manchester United, dan Nottingham Forest.

Pada laga puncak, Spurs akan menantang sesama wakil Inggris, Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, 1 Juni mendatang. Laga Spurs vs Liverpool menjadi final ketiga sesama tim Inggris di Eropa sepanjang sejarah.

Dua “All English Final” sebelumnya terjadi pada laga Spurs vs Wolverhampton Wanderes di final Piala UEFA musim 1971-1972, dan laga Manchester United vs Chelsea di final Liga Champions musim 2007-2008.

Usai menyingkirkan Ajax di semifinal, pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino tak bisa menyembunyikan luapan kegembiraannya.

“Kami menunjukkan kami menyukai olahraga dan sepak bola. Hari ini sungguh luar biasa. Sangat menyenangkan menyaksikan pertandingan seperti ini,” ujar Pochettino. “Sulit untuk bersaing di level ini. Saya sangat bersyukur menjadi seorang pelatih, berada di sepak bola dan menjalani sepakbola seperti ini,” pungkasnya. (kpc)

Comments

News Feed