oleh

Ditemukan Takjil Mengandung Rhodamin B

BENGKALIS – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis menemukan adanya takjil Ramadhan yang mengandung rhodamin B. Rhodamin B merupakan bahan pewarna yang digunakan dalam industri tekstil dan kertas. Jika dikonsumsi berulang-ulang rhodamin B dapat menimbulkan efek toksik akumulatif yang dalam jangka panjang menyebabkan kanker.

Adanya takjil yang mengandung rhodamim B ditemukan ketika Diskes Bengkalis bekerja sama dengan Loka BPOM Kota Dumai melakukan uji sampel takjil di sejumlah tempat di Kecamatan Bengkalis dan Bantan beberapa waktu lalu.

“Terkait temuan itu, pihak Loka BPOM Kota Dumai dan Dinkes Kabupaten Bengkalis, langsung mengingatkan kepada penjual agar tidak menggunakan bahan tambahan rhodamin untuk bahan campuran minuman takjil,” ujar Kepala Dinkes Bengkalis melalui Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan, Edi Sudarto, SKM, Sabtu (11/5/2019).

Edi Sudarto mengatakan, tim pengawas panganan takjil dibagi dalam dua kelompok, yakni lokasi penjualan di Kecamatan Bengkalis dan Selatbaru Kecamatan Bantan, pada 9 Mei. Tim yang turun dari Loka BPOM Kota Dumai, dipimpin langsung Emi Amalia. Sfarm Apt MSc. Saat itu tim mengambil 40 jenis makan sebagai uji sampel, diantara sampel yang diambil seperti piscok, kue lapis, cendol sagu, es buah, bolu kokus, bakwan, kue ubi nanas, mei goreng.

Dari hasil pemantauan di Kecamatan Bengkalis sebanyak 23 sampel makanan diambil. Sedangkan dari Kecamatan Bantan sebanyak 17 sampel. Ternyata hasilnya ditemukan 2 jenis makanan yang tidak memenuhi persyaratan mutu, yakni mengandung rhodamin B.

“Pemeriksaan panganan takjil ini untuk menjalankan amanat Intruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2017 Peningkatan Efektifitas Pengawasan Obat dan Makanan. Tujuannya, panganan atau makanan yang dijual, terutama takjil Ramadan, benar-benar memenuhi standar kesehatan,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut Edi Sudarto mengingatkan kepada masyarakat yang ingin membeli takjil untuk berbuka puasa, harus memperhatikan lima kunci keamanan pangan bagi keluarga.

Pertama, belilah pangan yang aman. Sebelum membeli pangan segar, hendaknya meneliti kebersihan dan kesegarannya. Kedua, simpanlah pangan dengan aman. Penyimpanan dalam suhu dingin dapat memperlambat reaksi oleh enzim serta pembekuan dapat menghentikan pertumbuhan mikroba.

Ketiga, siapkan pangan dengan seksama. Cucilah tangan dengan sabun di sela-sela penyiapan pangan. Keempat, sajikan pangan dengan aman. Dalam hal penyajian, pastikan permukaan peralatan makan tidak kontak langsung dengan pengolah pangan dan selalu dalam keadaan bersih. Kelima, menjaga kebersihan dapur. Dapur yang bersih, sumber pangan yang aman.

 

 

 

Comments

News Feed