oleh

Inspektorat Diminta Usut Masuknya Narkoba Picu Kerusuhan di Rutan Siak

SIAK SRI INDRAPURA (HR)-Kericuhan berujung pembakaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Siak diduga dipicu oleh persoalan narkoba yang masuk ke tempat tersebut. Hal itu disesalkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Laoly.

Yasonna menilai ada oknum yang bermain sehingga barang haram itu bisa masuk dan dinikmati tahanan. Untuk membuktikannya, ia memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan.

“Soal kenapa narkoba bisa masuk, nanti biar Inspektorat melakukan pemeriksaan, membuktikan. Siapa yang bersalah harus ditindak sesuai hukum yang berlaku,” uiar Yasonna Laoly saat meninjau kondisi Rutan Siak, Senin (13/5).

“Perihal siapa yang bersalah, Direktorat Jenderal (Pemasyarakatan) sedang melakukan pendalaman,” sambung dia.

Namun demikian, dia tidak ada menyalahkan stafnya yang bertugas di Rutan Kelas IIB Siak saat kejadian tersebut. Ia menilai tamping menjadi salah satu akses masuknya barang terlarang itu.

Untuk itu, dia meminta pembahasan khusus agar narapidana dari kasus narkotika tidak dijadikan tamping, meski masa tahanannya akan berakhir.

“Tamping harus kita evaluasi. Jangan napi yang kasus narkoba jadi tamping,” kata dia mengingatkan.

Lebih jauh dikatakannya, kasus seperti ini tidak hanya terjadi di Siak. Hal yang sama pernah terjadi di lapas dan rutan daerah lain. Ia yakin Inspektorat bisa membuktikan siapa yang salah dan siapa yang harus menerima sanksi hukum.

“Ini penegakan hukum saja. Orangnya harus dicari. Sanksi harus diberikan dengan tegas. Seperti di (Rutan) Sialang Bungkuk juga sama,” terang Yasonna seraya menyebutkan contoh penegakan hukum kasus yang sama di daerah lain.

Diketahui, kerusuhan dan kebakaran Rutan Kelas IIB Siak berawal dari pemeriksaan kasus penggunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh jajaran Satres Narkoba Polres Siak, ditemukan 3 orang tahanan yang diduga sebagai pengguna. Usai pemeriksaan itu, staf rutan menerapkan sanksi strap sel kepada 3 tahanan tersebut.

Melihat temannya dihukum, narapidana lainnya tidak terima dan berontak. Hingga akhirnya terjadi bentrokan dan aksi membakar bangunan rutan, serta perampasan senjata dilakukan napi dan hingga baku tembak dengan aparat yang melakukan pengamanan di luar.

Mengapresiasi

Yasonna Laoly mengapresiasi stafnya yang sudah berupaya melakukan penertiban masuknya narkotika di Rutan Siak. Dia menilai pemeriksaan yang dilakukan merupakan langkah tepat, guna menghentikan peredaran narkotika di rutan.

“Tindakan staf saya melakukan pemeriksaan (narkotika) itu sudah benar. Melakukan strap sel itu sudah benar. Kita tidak ada tolerir kepada pengguna narkotika,” tegas dia.

Terkait narkotika yang diduga sebagai pemicu kerusuhan di Rutan Siak itu, Yasonna berjanji akan melakukan pembahasan dengan pihak terkait.

Ke depan, ia meminta narapidana kasus pengguna narkotika, baik itu pengguna, kurir, pengedar dan bandar bisa dibina di lokasi terpisah.(lam/dod)

Comments

News Feed