oleh

Oknum ASN Pemkab Bengkalis Dipolisikan

 

BENGKALIS (HR)-Karena merasa tertipu, Nurhana (46), warga berdomisili di Jalan Pramuka, Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, melaporkan seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) di RSUD Bengkalis berinisial S (43) ke Polres Bengkalis.
Laporan pengaduan resmi ibu rumah tangga (IRT) ini, dengan nomor polisi PENGADUAN/41/IV/2019/SPKT/ RES. BKS tertanggal 13 April 2019. Dalam aduannya bahwa pada tanggal 13 Oktober 2017 lalu, oknum ASN S ke rumah Nurhana dengan berbaju dinas, dan meminta uang kepadanya Rp10 juta.

Uang tersebut diminta S sebagai jaminan anak Nurhana yaitu, N bisa diangkat sebagai tenaga honorer di RSUD Bengkalis dengan tanpa tes. Tapi sampai waktu nomor tes keluar pada akhir tahun 2018 lalu, nama anaknya tersebut tidak juga keluar.

Sudah menyerahkan uang jaminan namun karena nama anaknya, tidak juga keluar saat pengumuman honorer RSUD. Nurhana meminta kembali uang jaminan itu, namun tidak dikembalikan oleh S. “Saya melaporkan Pegawai RSUD Bengkalis S ke Polres Bengkalis itu, karena telah menipu saya sejumlah uang, dengan modus anak saya akan diangkat menjadi honorer di RSUD Bengkalis. Dan kata S waktu itu, RSUD telah menyiapkan 25 SK honorer yang belum ada nama,” ungkapnya kepada wartawan sepekan lalu.

Sementara itu, oknum ASN S yang berhasil ditemui belum lama ini mengakui, adanya transaksi uang sebesar Rp10 juta untuk pengurusan menjadi tenaga honorer itu. Namun dalihnya, pemberian uang itu atas permintaan sendiri oleh pelapor, kemudian karena tidak ‘tembus’, S juga sudah mengembalikan uang itu secara bertahap, pengembalian pertama sebesar Rp1 juta berkwitansi dan pengembalian uang sebesar Rp5 juta diberikan kepada suami Rohana, yaitu Safar, tapi akunya tidak berkwitansi.

“Waktu menerima uang Rp10 juta itu memakai kwitansi. Kemudian diminta kembali saya berikan uang pertama Rp1 juta pakai kwitansi kemudian mendesak lagi saya berikan lagi Rp5 juta di pasar tapi tak pakai kwitansi. Jadi uang Rp10 juta awalnya untuk anak yang melapor, agar jadi tenaga honorer di rumah sakit. Kalau saye bengak-bengak orang, kaye saye dah,” terang pria yang diangkat menjadi ASN sejak 2007 silam dan saat ini golongan pangkat II.

Terkait laporan warga soal dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum ASN RSUD Bengkalis ini, pihak Polres Bengkalis belum dapat dikonfirmasi. Sehingga belum diketahui sejauh-mana penanganan atas laporan tersebut.(rtc)

Comments

News Feed