oleh

BI Siapkan Rp 5 Triliun Penukaran Uang Baru

PEKANBARU (HR)-Guna memenuhi kebutuhan penukaran uang selama Ramadhan dan Idul Fitri 2019, Bank Indonesia (BI) Riau menyiapkan dana Rp 5 triliun, jumlah ini meningkat Rp 300 miliar dibandingkan tahun lalu.

Hal ini disampaikan Kepala BI Riau Decymus melalui Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan BI Riau, Murdianto, Senin (13/5).
Menurutnya, jumlah dana yang disiapkan untuk penukaran Ramadhan dan Idul Fitri 2019 tersebut naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan dana yang disiapkan untuk penukaran merupakan antisipasi permintaan penukaran yang meningkat.

“Dana yang disiapkan untuk penukaran uang selama Ramadhan dan Idul Fitri 2018 lalu sebesar Rp 4,7 triliun. Tahun ini kita siapkan Rp 5 triliun,” terangnya.
Disinggung mengenai tempat tempat dan lokasi penukaran, Murdianto menjelaskan BI Riau bekerjasama dengan sejumlah bank telah menyiapkan lokasi-lokasi penukaran yang bisa diakses langsung oleh warga.

Adapun jadwal dan lokasi penukaran uangbaru tersebut dapat dilakukan pada tanggal 9 Mei 2019 penukaran uang kertas baru dapat dilakukan di Pasar Pagi Arengka. Dilaksanakan olah Bank Mandiri dan Bank BNI.

Kemudian 13 Mei 2019 di Pasar Sail, dilaksanakan oleh Bank BRI dan Bank Riau Kepri, dan juga di halaman Kantor Gubernur Riau pada tanggal 20-25 Mei 2019.
“Untuk jam penukaran dimulai dari pukul 9.00 WIB sampai 12.00 WIB setiap jadwalnnya,” ungkap Murdianto.

Ia pun menerangkan, pihak BI Riau juga mempersiapkan kas keliling luar kota. Hal ini dilakukan guna memperdekat jangkauan masyarakat yang ingin menukar uang kertas lama dengan uang kertas baru.

Untuk kas keliling ini, dimulai tanggal 7-10 Mei 2019 di Bengkalis, dan 14-17 Mei 2019 di Rokan Hilir.

“BI tahun ini tidak melayani penukaran di kantor, karena kita fokuskan ke bank dan penukaran bersama di halaman kantor gubernur. Penukaran untuk semua nominal,” terangnya.

Ia mengakui kalau dari beberapa tahun terakhir, animo masyarakat dalam menukar uang baru sangat tinggi. Bahkan pihak BI Riau harus membatasi jumlah penukar perharinya, sehingga pelayanan dapat berjalan maksimal.

“Tahun ini kita perluas, baik dari segi lokasi maupun periode penukaran juga lebih lama. Bahkan di kantor Gubernur kita buka layanan sampai 6 hari, tahun sebelumnya cuma 4 hari,” katanya.(nie)

Comments

News Feed