oleh

Giliran Rekanan Dijebloskan ke Rutan Pekanbaru

 

PEKANBARU (HR)-Yahdi Andriadi alias Edi akhirnya dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Pekanbaru, Senin (13/5). Sebelumnya, perlakuan yang sama juga dilakukan terhadap Ja’far Arief.

Dua nama tersebut merupakan tersangka dugaan korupsi operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang. Dalam perkara itu, Yahdi merupakan pihak rekanan yang mengelola KMP Tasik Gemilang. Sementara, Ja’far Arief adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis.

Sejatinya, pada Rabu (8/5) kemarin, dua tersangka dilakukan penahanan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21. Namun saat itu, hanya Ja’far yang hadir. Sementara Yahdi tidak hadir dengan alasan sakit.

 

“Hari ini (kemarin,red) kita lakukan tindakan penahanan terhadap YA (Yahdi Andriadi, red),” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Agung Irawan, saat ditemui di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin siang.

Dikatakan Agung, penahanan itu dilakukan setelah adanya pelimpahan penanganan perkara dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap II. Selanjutnya, dia dititipkan di Rutan Klas IIB Pekanbaru untuk 20 hari ke depan.”Dalam rangka tahap II. Tersangka kita titipkan di Rutan (Pekanbaru),” kata mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kampar itu.

Dengan telah selesainya tahap II tersebut, pihaknya kata Agung, tengah merampungkan surat dakwaan untuk kedua tersangka. Ditargetkan, dalam waktu dekat hal itu akan selesai, dan berkas perkara segera dilimpahkan ke pengadilan. “Insha Allah, kalau tidak ada halangan hari Kamis (16/5) besok kami limpahkan berkasnya ke pengadilan,” imbuh dia seraya mengatakan, ada beberapa orang Jaksa yang dipersiapkan sebagai Penuntut Umum. “JPU ada 3 orang,” pungas Agung Irawan.

Seperti diketahui, Kejari Bengkalis melakukan proses penyelidikan, penyidikan hingga menetapkan Ja’far Arief dan Yahdi Andriadi sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Perkara ini mencuat setelah bidang Pidsus Kejari Bengkalis menerima audit dari pihak BPKP Riau terkait dugaan korupsi operasional KMP Tasik Gemilang.?

Berdasarkan hasil audit yang diterima di akhir tahun 2018 lalu, ditemukan adanya indikasi kerugian negara terkait operasional KMP Tasik Gemilang. Adapun indikasi kerugian negara dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, adalah sebesar Rp1,3 miliar pada pengelolaan KMP Tasik Gemilang dari tahun 2012 hingga 2015.(dod)

Comments

News Feed