oleh

Pemicu UMKM Tak Berkembang

JAKARTA (HR)-Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) digadang-gadang menjadi tonggak ekonomi Indonesia. Hanya saja, di tengah perkembangan era digitalisasi kian melesat, UMKM Indonesia belum mampu mekasimalkan peluang dan potensi itu sebagai alat mengembangkan usahanya.

Pengamat Ekonomi Digital Yudi Candra menilai, ada beberapa faktor yang menyebabkan UMKM Indonesia mengalami perlambatan pertumbuhan usaha. Pertama permodalan, sumber daya manusia (SDM), dan ketiga menembus pasar.

“Selain modal, UMKM kita terkendala masalah jaringan pasar. Itulah pentingnya UMKM melek media supaya mampu merambah pasar lebih luas,” ujarnya, Jakarta, Selasa (12/2).

Menurutnya, di era sekarang para UMKM bisa mendapat kemudahan promosi melalui media berbasis online seperti media sosial (medsos). Hanya saja, itu kurang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM.

”Yang sadar dan tahu melakukan promosi melalui medsos masih sangat minim,” ungkapnya.

Solusinya, kata Yudi, pemerintah harus meningkatkan pemahaman tentang digitalisasi, dan potensi media sosial sebagai sarana promosi kepada para UMKM. Pasalnya, pengetahuan akan hal tersebut masih sangat minim pendampingannya.

“Masih sangat banyak sekali pelaku usaha yang belum membuat medsos, bahkan tidak sedikit pula yang sudah punya hanya saja tidak bisa mengoperasikan karena dibuatkan orang. Lantas bagaimana mereka bisa mempromosikan produknya kalau tidak punya akun atau tidak mengoperasikan medsos,” katanya.

Berdasarkan datanya, hingga akhir 2018 jumlah usaha mikro sebanyak 58,91 juta unit, usaha kecil 59.260 unit dan usaha besar 4.987unit. Namun begitu yang sudah go digital baru 5% saja, sedangakan sisanya masih sangat konvensional dalam pengembangan usahanya.

“Kalau di Amerika sudah 90% yang sudah go digital, Indonesia baru sekitar 5% saja,” ujar Yudi.

Dia berharap, pemerintah step by step mulai memberikan perhatian lebih terhadap UMKM Nasional guna mendongkrak ekonomi nasional dan terlebih mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat luas.

“UMKM butuh perhatian lebih, bukan dibiarkan liar jalan sendiri-sendiri,” katanya.(bic/nie)

Comments

News Feed