oleh

Ramadan Bulan Berkasih Sayang

PEKANBARU (HR)- sepekan sudah Ramadan tahun ini berjalan,banyak ibadah yang telah dikerjakan. Mulai berpuasa itu sendiri, tadarus, tarawih di malam hari, bersedekah dan ibadah lainnya.
Ramadan menjadi bulan penggemblengan diri untuk menahan lapar dan dahaga selama satu bulan. Secara tak langsung dampak dari puasa memberikan energi untuk ikut merasakan penderitaan orang lain yang sedang melaksanakan pula. Dari sinilah rasa simpati, empati dan kasih sayang kepada sesama muslim tumbuh.
Menurut salah seorang da’i muda asal Pekanbaru, Aldo Irawan, Bulan puasa tak ubahnya sebagai bulan berkasih sayang. Kasih sayang bisa tumbuh dengan adanya persamaan sama merasakan beratnya berpuasa di siang hari.
“Ramadan itu bulan kasih sayang untuk semua, juga untuk anak-anak. Mereka diajak shalat tarawih, meramaikan masjid, dan berpuasa.Lebih lanjut, kita tanamkan kesadaran dan pendidikan agama yang benar pada anak-anak,” ungkap pemilik rumah tahfidz Aldo Salam tersebut.
Hati yang diasah selama satu bulan penuh ini diharapkan mampu memberikan warna kasih dan sayang di bulan berikutnya. Tak berhenti pada Ramadhan belaka. Ibadah yang sesungguhnya adalah efek dari yang diajarkan dari puasa.
Bila diperhatikan,puasa mampu melembutkan hati yang keras, mampu menjadikan orang yang sering marah menjadi periang karena ingat akan ibadahnya. Kasih sayang tentu menjadi dambaan setiap orang untuk mendapatkannya.
“Dari sinilah kita bersyukur mampu menjalankan puasa hingga akhir bulan nanti, besar sekali hikmah Ramadhan yang bisa dipetik,” ungkap alumni MAN 1 Pekanbaru tersebut.
Akhirnya, bila mampu melewati ibadah selama satu bulan ini dan menyandang predikat orang yang memiliki kasih sayang, maka kita termasuk menjadi bagian yang disebutkan langsung al-Qur’an. Bahwa sebagian dari sifat orang mukmin adalah yang saling berkasih sayang diantara satu dengan yang lainnya.(riz)

Comments

News Feed