oleh

Aparat Desa Ikut Ambil Sembako Pasar Murah Ramadan

BENGKALIS (HR)-Persoalan pembagian sembako pasar murah program Pemkab Bengkalis di Desa Simpang Ayam yang diduga tidak tepat sasaran mendapat respon dari Camat Bengkalis Ade Suwirman. Camat menyayangkan kalau ada aparat pemerintah desa yang ikut mengambil sembako murah tersebut.

“Kalau memang perangkat desa itu yang turut menerima atau mengambil sembako pasar murah kemarin, itu memang tidak wajar, saya sangat menyayangkan jika hal itu terjadi,” ujar Camat kepada wartawan, Selasa (14/5).

Dikatakannya, terkait pembagian kupon sembako, dari pihak kecamatan sebenarnya sudah menyerahkan masalah ini ke desa. Jadi desa yang menentukan orang orang yang berhak menerimanya. Tetapi, kalau memang ada perangkat desa yang menerima sembako murah itu, itu memang tak wajar, karena mereka sudah mendapat gaji setiap bulannya.

Sebelumnya, Kepala Desa Simpang Ayam Mujiono ketika diwawancarai wartawan mengenai permasalahan sembako pasar murah tersebut, seolah olah tidak mengerti dan mengelak mana warganya yang susah maupun yang tidak susah.

“Yang tidak tepat sasaran itu yang dimananya, kalau soal permasalahan sembako pasar murah itu, memang kemaren, kita didesa simpang ayam itu mendapat bantuan sembako murah dari Disdagperin sebanyak 80 paket. Yang ditebus dengan harga Rp50 ribu dan kesepakatan kami bersama Kepala dusun yang ada karena ini sembako tahunan, jadi kami sepakat bagi orang orang yang sudah menerima raskin, otonom dan PKH tidak lagi mendapatkan sembako murah,” ungkap Kepala Desa Simpang Ayam Mujiono, Senin (13/5).

Saat disinggung alasan apakah pihak desa tidak memberikan sembako murah tersebut kepada warga miskin, Mujiono menjawab, pihak desa berpikir, karena orang orang yang disebutkan itu tadi mereka setiap bulan sudah menerima beras raskin.

“Warga miskin itukan setiap bulan sudah menerima beras raskin. Jadi biarlah sembako murah ini diterima oleh orang lain. Artinya, dari kesepakatan kepala dusun, aparatur yang ada didesa kami memilah milah. Dan masalah ini saya juga tidak bisa melihat mana yang susah mana yang senang, soalnya janda disini banyak kriteria diantaranya yang senang dan yang susah. Saya pun tidak tau mana yang susah dan yang senang dan masalah ini sudah saya serahkan ke aparatur desa saya,” ujarnya.

Kembali disingggung bahwa yang menerima sembako pasar murah tersebut adalah keluarga yang memang sudah mampu, Mujiono menjawab, bahwa itu sudah menjadi kesepakatan pihak desa di antaranya kepala dusun.

“Jadi beginilah, saya memang tidak tau kriteria orang sini kan tidak tau mana yang susah mana yang senang, yang dianggap susah betuk itu seperti apa, yang dianggap setengah susah itu seperti apa, kami memang tidak tahu,” ujarnya.(hrc/mel)

Comments

News Feed