oleh

Diskes Imbau Masyarakat Selektif Beli Jajanan Buka Puasa

PEKANBARU (HR)- Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengimbau kepada masyarakat selektif saat membeli jajanan berbuka puasa.
Pasalnya, momen Ramadan rentan dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab menggunakan bahan tambahan atau zat berbahaya dalam makanan atau minuman yang dijual untuk meraup untung besar.

Zat-zat berbahaya yang kerap ditemukan dalam mamin (makanan dan minuman) siap saji seperti Formalin, Borax dan bahan pewarna tekstil. “Untuk menghindari hal itu kita imbau masyarakat selektif membeli makanan bukaan selama Ramadan. Makanan mengandung zat berbahaya tak layak dikonsumsi manusia. Jika dikonsumsi terus menerus akan menimbulkan penyakit berbahaya terutama kanker,” imbuh Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Zaini Rizaldi, Selasa (14/5).

Kepada penjual jajanan buka puasa, Zaini Rizaldi, akrab disapa Dokter Bob, meminta menyajikan makanan yang aman dikonsumsi konsumen atau masyarakat. Terhindar dari zat kimia dan bahan berbahaya. Jangan tambahkan pula dengan pewarna makanan sebab membahayakan masyarakat yang mengkonsumsinya. “Sekarang ini Pasar Ramadan bermunculan di beberapa titik, beragam makanan yang dijual, maka kami mengimbau warga lebih selektif memilih menu yang lebih sehat dikonsumsi,” ujarnya.

Pihaknya bersama tim gabungan terus memantau kondisi menu makanan yang dijual di sejumlah pasar dadakan Ramadan untuk mengantisipasi beredarnya makanan yang tidak layak secara kesehatan. “Kami tak bisa melarang orang berjualan ataupun warga yang membeli. Kami hanya bisa memberikan imbauan dalam rangka memilih menu yang sehat untuk berbuka puasa,” katanya.

Ia menyarankan warga menghindari mengkonsumsi makanan yang mengandung pengawet karena secara kesehatan tidak direkomendasikan. “Kemudian kami juga mengimbau warga lebih waspada terhadap penyakit yang muncul selama Ramadan, penyakit itu muncul bisa jadi karena pola makan yang salah,” imbaunya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru bersama tim dari BBPOM, Dinas Kesehatan, beserta unsur lain akan mempidanakan penjual takjil atau jajanan bulan puasa yang menggunakan zat berbahaya. Sebab membahayakan kesehatan masyarakat. “Ya, kita akan laporkan penjual takjil yang menggunakan zat berbahaya. Bersama BBPOM, dinas Kesehatan dan stake holder lain,” tegas Kadis DPP, Ingot Hutasuhut, belum lama ini.(her)

Comments

News Feed