oleh

Istana Bahas Ratusan KPPS Meninggal

jakarta (HR)–Istana melalui Kantor Staf Kepresidenan, mengumpulkan sejumlah menteri dan pihak terkait, membahas meninggalnya ratusan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilu 2019. Mulai perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sampai Ikatan Dokter Indonesia diundang Istana.

Dalam laporannya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, setelah pencoblosan 17 April lalu, pihaknya mendapatkan informasi petugas KPPS meninggal. Nila pun langsung meminta agar Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes untuk membuat surat edaran. Instruksi Nila yaitu agar seluruh kepala dinas kesehatan provinsi melakukan pendataan penyebab kematian.
Nila menjelaskan, ada 485 yang meninggal, dan hampir 11 ribu KPPS kini tengah dirawat karena sakit.

“Kami minta ke seluruh kepala dinas kesehatan untuk melakukan audit medik, kematian yang terjadi di rumah sakit. Kematian di rumah sakit sebesar 39 persen ini kita melakukan audit medik. Sudah terkumpul data 25 provinsi,” kata Nila di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (14/5).

Dari data 25 provinsi tersebut, yang terbanyak anggota KPPS yang sakit ada di Jakarta dan Banten. Sementara yang meninggal dunia, terbanyak adalah Jawa Barat, lalu Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Ada juga beberapa daerah yang anggota KPPS nya tidak ada yang meninggal seperti di Maluku Utara.

“Kematian ini ternyata 51 persen disebabkan penyakit cardiovascular atau jantung, termasuk di dalamnya stroke dan infrag, ditambah hipertensi yaitu 53 persen. Hipertensi yang emergency bisa menyebabkan kematian, kita masukan dalam cardiovascular,” jelas Nila.
Diakui Nila, kematian tertinggi anggota KPPS memang karena gagal pernapasan. Hal itu pemicu bisa akibat penyakit asma yang diderita. “Ketiga, terbanyak karena kecelakaan 9 persen. Ada gagal ginjal, ada sakit diabetes, dan liver,” lanjut Nila.(vvc)

Comments

News Feed