oleh

Mantan Kadishub dan Rekanan segera Disidangkan

PEKANBARU (HR)-Tak lama lagi, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis, Jaafar Arief, akan menjalani persidangan dalam perkara dugaan korupsi operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang. Selain dia, Yahdi Andriadi selaku rekanan, juga akan menjalani hal yang sama.

Kedua tersangka telah dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Pekanbaru, setelah menjalani tahap II beberapa waktu lalu. Pelimpahan penanganan perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu dilakukan setelah berkas perkara keduamya dinyatakan lengkap atau P21.

“Berkas perkara sudah dilimpahkan hari ini (kemarin,red) ke pengadilan. Itu untuk dua tersangka,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Agung Irawan, Rabu (15/5).

Selanjutnya, kata Agung, pihaknya tengah menunggu penetapan majelis hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara tersebut. “Majelis hakim nantinya yang akan menetapkan jadwal sidang perdananya,” lanjut Agung.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan jika pihaknya telah menerima penetapan dari pengadilan terkait penyitaan aset milik Yahdi di Pekanbaru. Aset itu diketahui berupa sebidang tanah dan satu unit rumah.

“Lahan dan rumah itu di Simpang Ardath (Jalan Lobak,red),” sebut mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kampar itu.

Penyitaan itu dilakukan untuk pemulihan kerugian negara yang ditimbulkan dalam perkara ini. Jika terbukti nantinya, aset tersebut bisa dilelang dan uangnya disetorkan ke kas negara.

“Untuk membantu membayar kerugian negara jika terbukti nantinya,” imbuh dia seraya mengatakan, pihaknya hanya menyita aset itu saja.

“Kayaknya tanah dan rumah itu aja cukup (untuk memulihkan kerugian negara). Rumahnya gede,” pungkas Agung Irawan.

Seperti diketahui, Kejari Bengkalis melakukan proses penyelidikan, penyidikan hingga menetapkan Jaafar Arief dan Yahdi Andriadi sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Perkara ini mencuat setelah bidang Pidsus Kejari Bengkalis menerima audit dari pihak BPKP Riau terkait dugaan korupsi operasional KMP Tasik Gemilang.‎

Berdasarkan hasil audit yang diterima di akhir tahun 2018 lalu, ditemukan adanya indikasi kerugian negara terkait operasional KMP Tasik Gemilang.

Adapun indikasi kerugian negara dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, adalah sebesar Rp1,3 miliar pada pengelolaan KMP Tasik Gemilang dari tahun 2012 hingga 2015.(dod)

Comments

News Feed