oleh

Puasa Pemupuk Kesabaran dan Penawar Hawa Nafsu

PEKANBARU (HR)- Salah satu dari Hikmah Ramadhan adalah orang yang berpuasa telah meninggalkan keinginan hawa nafsu dan makannya karena Allah Ta’ala. Tidak nampak dalam dzahirnya dia sedang melakukan suatu amalan ibadah, padahal sesungguhnya dia sedang menjalankan ibadah yang sangat dicintai Allah ta’ala dengan menahan lapar dan dahaga.

Begitulah hikmak puasa bagi penyanyi Pop Religi Asal Pekanbaru Aci Cahaya. Menurutnya semua hal yang dilakakukan orang mukmin saat Ramadhan dilakukan karena mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala dengan meyakini bahwa Allah Ta’ala mengetahui segala gerak-geriknya.

Selain menahan Hawa nafsu, baik berupa makan dan minum, menahan amarah dan sedih yang berlebihan juga menjadi salah satu hikmah puasa yang bisa diambil dan diamalkan ketiga bulan yang penuh berkah ini berlalu.

“Jadi nggak cuma yang batalin puasa aja seperti makan minum, menahan marah, baper yang berlebihan itu juga harus ditahan, intinya puasa itu menumbuhkan sikap sabar,” jelas Aci saat dihubungi Haluan Riau.

Sabar merupakan fenomena kejiwaan yang solid dalam menangkal dan menghadapi tantangan kehidupan. Kesabaran itu bukan lemah dan putus asa, melainkan kemampuan untuk membentengi diri dari kemungkinan putus harapan.

Pelantu lagu Ana Uhibbuka Fillah ini juga menjelaskan, sabar terbagi pada empat kategori. Sabar menghadapi musibah-musibah hidup, sabar dalam melaksanakan ajaran Allah dan Rasul-Nya. Adapula sabar dalam meninggalkan larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya, dan sabar dalam menghadapi bunga-bunga semerbak keindahan duniawi.

Puasa yang kita lakukan hendaknya mampu membangun jiwa kesabaran sehingga siap menghadapi tantangan hidup yang semakin ganas. “Materialisme dan kecenderungan hidup hedonistik yang didorong oleh lingkungan yang penuh kompetisi memerlukan kesabaran besar,” tuturnya.(riz)

Comments

News Feed