oleh

Tempat Hiburan Membandel

PEKANBARU (HR)- Puluhan pub, karaoke serta kafe remang-remang berkedok tempat hiburan membandel dengan tetap buka di bulan Ramadan.
Padahal, sebelumnya pihak Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP) sempat melakukan razia, namun puluhan tempat hiburan malam tersebut tetap beroperasi.
Menyikapi hal ini, Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru mendatangi kediaman dinas Walikota Pekanbaru Jalan Ahmad Yani, Selasa (14/5). Mereka membawa selembar instruksi Walikota terkait penertiban tempat hiburan malam dan tempat-tempat berpotensi menjadi lokasi maksiat.

Di kediaman Walikota, rombongan FPI bertemu dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Agus Pramono. Rombongan ormas ini meminta semua stakeholder turun untuk menertibkan itu.

Ketua FPI Kota Pekanbaru, Muhammad Husni Thamrin meminta pemerintah serius menjalankan instruksi itu. Sebab, realita di lapangan, masih banyak ditemukan tempat hiburan dibuka pada bulan Ramadan.

Seperti di Jalan Riau, Kuantan, Sultan Syarif Kasim, Kawasan Tenayan Raya, Jondul, bahkan sampai warung remang-remang di kawasan Terminal Bandar Raya Payung Sekaki. Usaha warnet juga sama seperti.

“Kami datang ke sini karena risau melihat banyak tempat hiburan buka. Padahal saat Ramadan harus tutup,” tegasnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pekanbaru sudah mencanangkan diri sebagai Kota Pekanbaru Smart City Madani. Dengan mayoritas penduduk seharusmya sudah bersikap dengan ulah yang dilakukan pelaku usaha hiburan.

“Harus ada upaya menindak agar tidak ada kemaksiatan terjadi. Tidak seperti ini, saat ramadan, pub, karaoke, sampai panti pijat masih berani buka,” tegasnya.
Thamrin menyebut, FPI siap bekerjasama dengan pihak terkait untuk menegakkan aturan yang ada. Maka, mereka sempat berharap bisa bertemu langsung dengan walikota. FPI ingin Pemko Pekanbaru sungguh-sungguh
menegakkan aturan saat Ramadan.

“Kami tak ingin pemerintah kota setengah hati menindak pelaku usaha hiburan yang bandel dan buka saat Ramadan,” tutupnya.
Pernyataan yang disampaikan FPI kepada pihak Pemko Pekanbaru benar adanya. Pasalnya, saat Haluan Riau mengikuti aktivitas yang dilakukan FPI Senin (13/5) malam, mendatangi Pujasera 88 di Jalan Sultan Syarif Kasim, usaha tetsebut terbukti buka bahkan menjual minuman beralkohol.

FPI mendatangi salah satu tempat hiburan di Pekanbaru, Senin (13-5) malam.

“Kita dapati pelaku usaha masih menjual bir, dengan tidak mengindahkan intruksi walikota dan teguran yang diberikan dua hari lalu,” kata Ketua FPI Pekanbaru, Muhammad Husni Thamrin, di Pujasera 88, malam itu.

Dia sangat menyesalkan perbuatan yang dilakukan pemilik atau pengelola pujasera 88 itu.
“Kita hanya minta satu bulan dari sebelas bulan waktu mereka mencari uang, Hormatilah umat islam yang menjalani ibadah puasa,” tegasnya.
Sebelum mendatangi Pujasera 88, FPI sudah lebih dulu mendatangi Pujasera Siang Malam di Jalan Riau.

Akui

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru Agus Pramono, mengakui masih ada tempat-tempat usaha yang menyalahi aturan selama bulan Ramadan tahun 2019 di Kota Pekanbaru. Ia mencontohkan, tempat yang menyalahi aturan seperti warnet, panti pijat, rumah makan, dan hiburan malam. Pihaknya tidak menolak niat dari FPI Kota Pekanbaru yang hendak bersinergi untuk menertibkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi ladang maksiat.

Menurutnya, Tim Yustisi, ada satpol PP, ada Kepolisian, TNI, ada tokoh agama yang masuk dalam penertiban. “Saya beri arahan, kalaupun FPI mau gabung ya boleh, karena memang tim yustisi ada di dalamnya ulama, tetapi tidak semata-mata saya berdua dengan FPI, dia kekuatan 30 saya 30,” katanya.

Ia menuturkan, banyak ormas yang ingin bergabung ke dalam Tim Yustisi untuk melakukan penertiban. Namun, ia menolak dengan alasan Satpol PP saat ini turun hanya melibatkan TNI dan Polri. “Hanya saya dengan TNI polri dengan badan dinas terkait. FPI kita sambut dengan baik, mereka potensi untuk bisa menertibkan, kita bilang sajalah sebagai tokoh agama. Kalau menimbulkan hal yang tidak diinginkan, seperti anarkis dan menendang ini itu kan tidak boleh, usaha itukan yang diatur hanya tentang waktu,” jelasnya

Kasatpol pun menyebut kedatangan FPI sebagai bentuk sinergi dengan Pemko Pekanbaru.
Pada intinya Pemko Pekanbaru sudah bertindak mengawasi sekaligus meninjau ulang terhadap usaha yang sudah diberikan instruksi wako tersebut. Dengan melakukan razia rutin di sejumlah tempat hiburan di Pekanbaru selama Ramadan.

“Intinya kita sudah bergerak dan melakukan razia malam Ramadan. Surat instruksi sudah disebarkan ke pelaku usaha,” jelasnya.(hrc,ckc,her)

Comments

News Feed