oleh

Dua WNI Diduga Terlibat Aksi Terorisme di Malaysia

jakarta (HR)-Kepolisian Negeri Republik Indonesia mendapat informasi dari Polisi Diraja Malaysia (PDRM) terkait penangkapan warga negara Indonesia (WNI) terduga teroris yang ditangkap di Malaysia. Jumlah WNI yang ditangkap dua orang, bernama Fatir dan Muhammad Amru Lubis.

“Dari hasil koordinasi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan Kepolisian Diraja Malaysia, memang ada dua WNI yang patut diduga terlibat dalam rencana terorisme di Malaysia,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi, Rabu (15/5).

Kedua WNI tersebut, kata Dedi, saat ini dalam penanganan Unit E8 yang merupakan pasukan antiteror milik Pemerintah Malaysia. Dedi menerangkan Senior Liaison Officer (SLO) KBRI di Malaysia telah memberikan pendampingan kepada dua WNI tersebut.
“Patut diduga yang bersangkutan terlibat dalam jaringan terorisme di Malaysia,” ujar Dedi.

Densus 88 Antiteror Polri saat ini juga sedang mencari tahu ada atau tidak kaitan kedua WNI yang ditangkap PDRM dengan jaringan teroris di Indonesia.

“Densus 88 juga mendalami apakah yang bersangkutan memiliki keterkaitan dengan jaringan JAD di Indonesia. Dia (WNI terduga teroris) masuk (ke Malaysia) sebagai TKI,” ucap Dedi.

Sebelumnya, dalam keterangan kepada pers pada Senin kemarin, 13 Mei 2019, Kepala Kepolisian Malaysia, Abdul Hamid Bador, mengatakan ada empat terduga teroris yang pihaknya tangkap. Keempatnya terdiri dari seorang warga negara Malaysia, yang diduga berperan pimpinan kelompok teroris; seorang warga Indonesia berinisial Fatir (49); dan dua pengungsi Rohingya dari Negara Bagian Rakhine di Myanmar.

Abdul membeberkan hasil pemeriksaan terhadap Fatir. Tenaga kerja asal Indonesia itu mengaku mempunyai rencana untuk pergi ke Suriah. KBRI di Kuala Lumpur telah memastikan Fatir merupakan WNI. Fatir sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik seng untuk atap di Subang Jaya, Selangor, Malaysia.(vvc)

Comments

News Feed