oleh

Pekan Depan, Komisi III DPR RI Rapat dengan Kemenkumham Bahas Rutan Siak

SIAK SRI INDRAPURA (HR)-Komisi III DPR RI akan menggelar pertemuan dengan jajaran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk membahas rencana pembangunan Rutan Klas IIB Siak, serta kondisi rutan secara nasional. Pertemuan itu agendakan dilaksanakan pekan depan.

Demikian disampaikan oleh ketua rombongan Komisi III DPR RI Erma Suryani saat meninjau kondisi Rutan Siak, Kamis (16/5). Kehadiran 10 orang politisi dari Senayan itu disambut oleh Sekda Siak Tengku Said Hamzah, dan Asisten I Setdakab Siak Budhi Leonardia Yuwono. Tampak hadir Kakanwil Kemenkumham Riau M Diah dan Kapolres Siak AKBP Ahmad David.

“Selasa besok, kami Komisi III akan menggelar rapat dengan Kemenkumham untuk membahas kerusuhan yang terjadi di rutan, serta bagaimana rencana pembangunan rutan baru,” ujar Erma.

Erma mengaku sepulang dari Siak, Komisi III akan menggelar rapat dengan sejumlah pihak di Pekanbaru. Pertemuan ini khusus untuk membahas terkait kerusuhan Rutan Klas IIB Siak yang terjadi pekan lalu.

Sementara, anggota Komisi III lainnya, Muslim Ayub menilai kerusuhan dan kebakaran terjadi dipicu oleh tindakan oknum sipir yang diduga melakukan kekerasan kepada tahanan.

Menurut dia, meski warga binaan itu bersalah, seharusnya pembinaan tidak boleh dengan kekerasan. “Saya mendapat aduan, bahwa ada kekerasan di dalam rutan ini. Perlakukan warga binaan itu selayaknya manusia,” kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Ia mendesak pihak terkait untuk bertindak adil dalam menangani kasus ini. Jangan hanya tahanan yang terlibat narkoba saja yang disalahkan, namun oknum sipir yang melakukan pembinaan dengan kekerasan juga harus ditindak.

“Sebagai warga binaan harus dibina. Namanya juga wargaa binaan, jangan dilakukan kekerasan. Kalau memang mereka menkonsumsi narkoba di dalam silakan dilakukan proses, namun tidak membenarkan adanya kekerasan ke warga binaan ini,” tutur Muslim.

Ia mendesak pihak Menkumham untuk menindak tegas oknum sipir yang telah melakukan tindakan kekerasan itu. Karena pemicu kerusuhan itu bukan saja dari pemakai, tetapi dari kekerasan sipir ke warga binaan.

“Saya minta sipir ini ditindak oleh pimpinannya. Saya dapat informasi, sipir ini melakukan kekerasan ke warga binaan dengan cara memukul, menampar dan sebagai macamnya,” tegasnya lagi.

Ia juga meminta agar sipir-sipir tidak lagi menggunakan kekerasan ke tahanan, karena jika tetap dilakukan tidak menutup kemungkinan akan ada lagi kerusuhan serupa seperti di Rutan Siak ini.

“Dalang kerusuhan ini kita harap dapat diancam hukuman maksimal mungkin,” pungkas dia.(lam/dod)

Comments

News Feed