oleh

Selalu Digelar dalam Menyambut Ramadan

PANGKALAN KERINCI (HR)-Mandi balimau yang merupakan sebuah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang dan diwariskan secara turun temurun sejak nenek moyang kita, tradisi ini dilaksanakan beberapa hari jelang masuknya bulan suci Ramadhan di mana umat muslim akan menunaikan ibadah puasa.

Tradisi mandi balimau mengandung makna pensucian diri atas salah dan dosa yang dilakukan selama satu tahun, setelah air limau di siramkan di sekujur badan, dimaknai sebagai bersihnya hati dan diri sehingga siap dan khusuk menjalankan ibadah puasa.

Di negeri Melayu Seiya Sekata Kabupaten Pelalawan, tradisi mandi balimau menyambut bulan suci Ramadhan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan muslim masyarakat tempatan. Di tiap Kecamatan dilaksanakan tradisi balimau, namun ada tiga Kecamatan yang melaksanakanya dengan besar besaran, menggabungkan budaya dan nilai nilai islami dalam rangkaian kegiatan bersama Lembaga Kerapatan Adat Melayu (LKAM) dan Pemkab Pelalawan.

Sebelum di mulainya ritual potang mogang di seluruh bagian wilayah Kabupaten Pelalawan, prosesi tradisi ritual ini dimulai dari tanah bersejarah, tempat berdirinya kerajaan Pelalawan Istana Sayap di Kelurahan Pelalawan yang dikenal dengan nama Mandi Balimau Sultan.

Mandi Balimau Sultan ini merupakan agenda tahunan LKAM Kabupaten Pelalawan. Acara ini dipusatkan tepat disamping Istana Sayap di tepian sungai Rasau Pelalawan.
”Sebagai mana kita ketahui bersama bahwa mandi balimau sultan ini merupakan pembuka mandi balimau diseluruh desa di kabupaten pelalawan makanya mandi balimau sultan lebih awal,” beber Lurah Pelalawan ini.

Balimau Sultan Pelalawan di Kelurahan Pelalawan.

Rangkaian acara mandi Balimau Sultan ini nantinya selama dua hari mulai dari tanggal 28 April 2019 dan puncak acara pada hari Senin (22/4), rangkaian kegiatan di mulai dengan ziarah ke makam sultan yang berada di kawasan Masjid Hibbah Pelalawan.

Kegiatan mandi balimau juga sebagai wadah untuk bersilaturahmi antar masyarakat di Kelurahan Pelalawan, baik yang tinggal di sana maupun yang berada di perantauan. Di hari Madi Balimau itu semua nya pulang ke kampung halaman, membersihkan diri, bermaaf maafan sesame sanak family, handai taulan dan saudara se jiran.

“Kegiatan mandi balimau, untuk membersihkan diri sebelum umat muslim menjalankan ibadah puasa, kegiatan ini juga jadi ajang silaturahmi untuk saling bermaafan masyarakat. Yang di rantau pun pulang untuk mandi balimau bersama,”tukasnya.

Kegiatan mandi Balimau Sultan dibuka oleh Bupati Pelalawan HM. Harris, disana acara puncak itulah masyarakat dan para petinggi negeri ini berbaur dalam satu tradisi.
Puncak acara, Sultan Pelalawan Assayyidis Syarif Kamaruddin Harun menyiramkan air suci kepada tiga orang perwakilan masyarakat Pelalawan. Setelah balimau Sultan, ritual mandi balimau berlanjut ke Langgam, di sini masyarakat tempatan menyebutnya Balimau Kasai potang mogang, yang dilaksanakan selama lima hari dan puncaknya Potang Mogang dilaksanakan pada hari Rabu (1/4) beberapa waktu lalu.

Gubernur Riau, H. Syamsuar berkesempatan hadir dan mengikuti rentetan rangkaian acara balimau kasai potang mogang di Langgam ini. pada kesempatan itu pula, sang gubernur berkesempatan menuangkan air menandai prosesi balimau Kasai dengan menyiramkan kepada pemuka adat dan pemerintahan di Langgam ini.

Upacara Mandi Balimau Kasai Potang Mogang dimulai dengan acara makan bejambau (makan beradat, red) bersama para pemuka adat, batin, ninik mamak, serta tokoh masyarakat dan para alim ulama. Sebagai tempat pelaksanaan Mandi Balimau Kasai Potang Mogang, selalu rutin digelar di tepian Sungai Kampar yang membelah wilayah Kabupaten Pelalawan, yakni di Anjungan Ranah Tanjung Bunga.

Sebelum prosesi Mandi Balimau Kasai Potang Mogang dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan upacara Togak Tonggol sebagai pembuka, yang dipimpin oleh Datuk Rajo Bilang Bungsu. Tonggol merupakan sebuah bendera simbol kebesaran suku-suku masyarakat adat di Langgam yang dikibarkan di atas tiang panjang yang berasal dari bambu.

Pengibaran bendera kebesaran tersebut merupakan suatu pertanda atau bentuk pengungkapan bahwa suku pemilik tonggol tidak memiliki permasalahan ataupun persoalan apapun di dalam adat mereka. Oleh karena pentingnya pesan tersirat dalam bendera tersebut, maka dalam setiap acara adat, tonggol harus selalu dikibarkan.

Karenanya suku tersebut berhak didalam adat untuk menegakkan tonggol pada acara-acara adat seperti Mandi Balimau Kasai Potang Mogang, maupun pada upacara pernikahan dan lainnya. Setelah Togak Tonggol selesai dilaksanakan, maka selanjutnya warga yang hadir akan beramai-ramai masuk ke sungai untuk mandi bersama-sama.

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1437 H, masyarakat adat di Kecamatan Langgam menggelar tradisi Mandi Balimau Kasai Potang Mogang dimana masyarakat setempat selalu melaksanakannya sekali dalam setahun. Tradisi Mandi Balimau Kasai Potang Mogang merupakan kebudayaan asli masyarakat Langgam yang tetap lestari dan masih tetap terjaga keaslianya sampai saat ini.

Rangkaian pembukaan acara mandi Balimau Kasai Potang Mogang tahun ini, diawali saat Datuk Setia Amanah beserta rombongan mengantarkan para datuk dari balai kepenghuluan adat Langgam menuju Balai Anjungan Tepian Ranah Tanjung Bunga. Selanjutnya dilaksanakan upacara adat Togak Tonggol yang dipimpin oleh Datuk Rajo Bilang Bungsu dan disaksikan HM Harris selaku payung negeri Langgam.

Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan dengan keberagaman warna bendera yang dikibarkan diatas tonggol menandakan tidak ada permasalahan atau persoalan, bahkan dengan perbedaan yang ada kita tetap bisa bersatu bersama,” ungkap H.M.Harris.

Di Langgam, Mandi Balimau Kasai Potang Mogang merupakan tradisi yang secara turun-te­mu­run yang telah dilakukan mas­yarakat Melayu, setiap kali memasuki bulan Ramadan. Dikalangan masyarakat kegiatan tersebut diberikan nama Potang Mogang, yang inti dari hajatan tersebut untuk memeriahkan serta bersuka cita memasuki menyambut bulan penuh berkah.

“Makna yang terkandung di dalam ritual adat ini membersihkan diri dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan,” jelasnya. Pada suatu kesempatan itu, Datuk Setia Amanah mengharapkan kepada para pemangku adat untuk senantiasa melestarikan kebiasaan lama, atau istilah di masyarakat setempat ‘mengangkat batang tarandam’. Kebiasaan adat yang saat ini mulai luntur di tengah-tengah mas­ya­rakat.

“Kita berharap masyarakat Pelalawan bisa terus menjaga dan melestarikan adat istiadat Pelalawan, Pemerintah Daerah mendukung penuh pelestarian adat istiadat kita,” terang Datuk Setia Amanah.

Sementara itu Gubenur Riau H.Syamsuar mengatakan bahwa Kegiatan Mandi Balimau Potang Mogang ini adalah nilai adat dan budaya yang harus dijunjung tinggi sehingga tidak akan hilang dimakan oleh waktu. Mantan Bupati Kabupaten Siak Propinsi Riau ini mengajak masyarakat agar adat yang menjadi kebagaan ini dapat dilestarikan sehingga bisa memacu tumbuh kem-bangnya wisata di Propinsi Riau.

Propinsi Riau Tahun 2018 kemaren mendapatkan peringkat ketiga setelah lombok dan aceh dalam kategori destinasi wisata halal yang meliputi wisata religi, wisata alam dan event pariwisata lainnya. Ia juga berharap agar potensi wisata di Propinsi Riau perlu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Riau. Hendaknya kita lestarikan dan jaga destinasi wisata Propinsi Riau.

“Tardisi Balimau ini harus kita lestarikan, karena ini event tahunan ini menjadi destinasi wisata religi di Riau,” harapnya
Untuk memriahkan rangkaian acara Balimau Kasai Potang Mogang, panitia menggelar lomba dan parade pompong (perahu) hias yang diikuti oleh pompong hias perwakilan dinas, badan di lingkungan Pemkab Pelalawan serta organisasi pemuda dan perusahaan.

Balimau Sultan Pelalawan di Kelurahan Pelalawan.

Selesai di Langgam, ritual balimau berlanjut ke Kota Pendidikan Kecamatan Bunut, masya-rakat setempat bersama sama mandi balimau di tepian Sungai Kapojan Kelurahan Pangkalan Bunut, Sabtu (4/5), helat kegiatan bernama Balimau Besamo ini di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Pelalawan H Zardewan, di Bunut pun Mandi Balimau mengandung makna yang sama, pembersihan dan pensucian diri, silaturahmi dan bermaaf maafan. (adv)

Comments

News Feed