oleh

Anggaran DED Tengah Disusun, Pekanbaru Bakal Punya Stadion Sepakbola Internasional

PEKANBARU (HR)-Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggesa pembangunan Sport Center di Kecamatan Tenayan Raya. Menurut rencana, stadion sepakbola berstandar internasional menjadi venue olahraga yang lebih dulu dibangun pada tahun 2020 mendatang.

Untuk biaya pembangunan, saat ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Pekanbaru tengah menyusun anggaran terkait Detail Engineering Design (DED).

“Anggaran sedang disusun. rencananya di APBD Perubahan 2019 ini, kita menyusun terkait DED dan pembiayaanya. Kita harapkan, di tahun 2020 stadion sudah bisa digunakan,” ujar Kepala Dispora Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, Senin (20/5) malam.

Lebih lanjut disampaikannya, hingga saat ini Pemko Pekanbaru belum memiliki venue berstandar nasional maupun internasional untuk semua cabang olahraga. Sementara Stadion Utama yang berada di Jalan Naga Sakti, Simpang Baru, Tampan, itu milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

“Kalau pertanyaannya, mengapa harus kembali membangun stadion karena sudah ada Stadion Utama, itu punya Pemprov Riau. Pemko tak punya venue berstandar nasional maupun internasional untuk semua cabang olahraga,” papar pria yang akrab disapa Zoel ini.

“Jadi, kita tidak punya stadion yang memenuhi syarat untuk menggelar berbagai kompetisi nasional atau internasional,” sambung dia.

Seandainya Pemko ingin menggunakan venue milik Pemprov Riau untuk menggelar iven olahraga, harus membayar sesuai dengan Peraturan Gubernur. Jangankan untuk menggelar iven, untuk membina para atlit saja, Pemko harus membayar sewanya.

“Artinya, kita tidak bisa menggunakan venue Stadion Utama yang sudah ada milik Pemprov itu, walaupun berdiri di Kota Pekanbaru. Kalau kita mau pakai, tidak membayar, ya tidak bisa. Makanya karena kita punya Sport Center, kita bangun saja stadion sepakbola berstandar nasional dan internasional,” terang Zoel.

Menurut dia, stadion sepakbola yang akan dibangun nantinya, tidak sama dengan yang sudah ada. Dari segi lapangan saja harus berstandar internasional. Baik rumput, luas area, termasuk penerangan, dan lain sebagainya.

Kalau di Stadion Utama yang ada saat ini, bisa menampung penonton sebanyak 40 hingga 50 ribu orang, tidak begitu dengan stadion yang akan dibangun nantinya.

“Lapangan stadion yang akan kita bangun harus standar internasional. Kalau Stadion Utama itu bisa menampung sebanyak 40-50 ribu orang, sehingga memakan anggaran sampai triliunan rupiah, di stadion yang akan dibangun tidak sampai,” jelasnya.

Stadion yang akan dibangun kata Zulfahmi, juga untuk mendukung dari Stadion Utama yang sudah ada. Seandainya Pemprov Riau mengadakan iven internasional di Pekanbaru, sementara di satu cabang olahraga ada tim yang diharuskan melaksanakan pertandingan bersamaan karena nilai mereka sama, maka stadion yang akan dibangun bisa dijadikan alternatif sebagai stadion tempat pelaksanaan iven.

“Nah, itu makanya kita bangun stadion standar internasional. Bukan kita akan membangun secara wah wah,” imbuh Zulfahmi.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan Sport Center di Jalan Palembang, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Tenayan Raya, terancam terbengkalai. Selain tak dianggarkan di APBD murni 2019, untuk kelanjutan pembangunan, Dispora Pekanbaru juga tak bisa meminta bantuan ke pemerintah pusat, sebab lahan belum bersertifikat.

Ditanyakan hal itu kepada Zulfahmi, dia menjawab, pihaknya telah berkoordinasi dengan dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru, dan Badan Pertanahan untuk penerbitan sertifikat.

“Kita sudah koordinasi dengan BPKAD, sudah diproses ke BPN. Tapi belum tahu kapan selesainya,” pungkas dia.

Bicara luas lahan di kawasan sport center mencapai 20 hektare, di atas lahan itu kini sudah berdiri venue olahraga badminton, sepaktakraw serta venue motor cross. Sedangkan venue yang terhenti pembangunannya adalah venue basket, volly ball, gedung untuk futsal, dan padepokan beladiri. Sedangkan venue yang belum dibangun sama sekali adalah venue sepakbola.(her/dod)

Comments

News Feed