oleh

Subdit V Dit Reskrimsus Bakal Tangani Cyber Crime

 

PEKANBARU (HR)- Kepolisian Daerah (Polda) Riau membentuk unit khusus untuk menangani tindak pidana di dunia maya terutama menyangkut penyebaran informasi transaksi elektronik (ITE). Unit khusus tersebut tergabung dalam Sub Direktorat (Subdit) V pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus).

Dikatakan Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Subdit V melengkapi empat subdit yang telah ada sebelumnya. Dimana Subdit V akan menangani berbagai kejahatan dunia maya.

Dengan demikian, kejahatan di secara daring seperti penipuan online, ujaran kebencian dan lainnya, dapat diminimalisir. “Subdit V ini untuk menguatkan penegakkan hukum cyber, terutama terkait ITE,” kata Gidion kepada haluanriau.co, Minggu (19/5).

Dipaparkannya, dewasa ini aksi kriminalias kerap terjadi di dunia maya. Dimana, para pelaku melancarkan aksinya maupun mencari korban di berbagai sosial media. “Mereka menggunakan berbagai pola, termasuk sarana media sosial untuk mendapatkan korbannya,” terang mantan Wadir Resnarkoba Polda Metro Jaya (PMJ) itu.

Dengan adanya Subdit V ini, diharapkan dapat melindungi masyarakat Riau dari potensi kejahatan dunia maya. Terlebih lagi saat ini masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh dikatakannya, sepanjang tahun 2018 lalu, pihaknya telah menangangi sebanyak 36 perkara cyber crime. Jumlah itu didominasi dugaan tindak pidana penipuan secara online melalui jejaring sosial dengan korban wanita muda.”Pengaduan banyak. Kita saring dan memenuhi unsur pidana sebanyak 36 LP (Laporan Polisi,red), dan yang sudah kami selesaikan tangani hampir setengahnya,” beber Kombes Pol Gidion.

Sementara dari pengelompokan perkara cyber crime, katanya, yakni penipuan online, ujaran kebencian serta pencemaran nama baik. “Hampir 80 persen, korbannya ibu-ibu muda. Mereka berkenalan di Facebook, kemudian tertarik dengan wajah. Lalu dengan ikhlas memberikan sejumlah uang, sehingga membuat laporan polisi,” sebut dia.

Kemudian, untuk ujaran kebencian, sebutnya, yang menonjol adalah perkara Jony Boyok atas pelapor Ustaz Abdul Somad (UAS). Dimana penyidikan perkara itu telah selesai, dan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan. Perkara itu diketahui tengah bergulir di persidangan. Sementara, untuk perkara pencemaran nama baik terhadap negara maupun tokoh negara, polisi di Riau hanya menerima beberapa kasus pelimpahan dari Badan Reserse Krimiminal (Bareskrim) Mabes Polri. “Pencemaran tokoh negara maupun negara, kita menerima limpahan dari Bareskrim,” tandas Gidion.(dod)

Comments

News Feed