oleh

Penganiaya Tahanan di Rokan Hilir Bakal Diproses Hukum

PEKANBARU (HR)-Oknum personel Polsek Bangko yang diduga melakukan penganiayaan terhadap terduga jambret di Rokan Hilir (Rohil) diyakini akan diproses hukum. Penanganan perkara akan dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres setempat.

Sebelumnya, dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik ditangani Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Riau. Sejumlah pihak telah diklarifikasi, termasuk Wakapolres Rohil Kompol James Rianov Rajagukguk, yang saat itu menjabat Kapolsek Bangko.

Adapun tersangka yang meninggal dunia itu diketahui bernama M Nur Ahmad alias Sokek. Dia diamankan tim Opsnal Polsek Bangko pada Rabu (27/3) lalu. Saat melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) tidak seorang diri, melainkan turut dibantu oleh dua rekannya, Robi dan Anjas.

Saat diinterogasi petugas kala itu, Robi mengaku menjambret atas perintah tersangka Anjas, yang ternyata anak kandung dari korban bernama Nur Ain. Namun, disela-sela ketiganya menjalani penyidikan di Mapolsek Bangko, salah seorang oknum polisi penjagaan diduga melakukan penganiayaan terhadap Sokek.

Akibat penganiayaan itu, Sokek mengalami luka-luka sekujur tubuhnya. Hingga akhirnya mengembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dikatakan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto,  Bid Propam Polda Riau telah melimpahkan penanganan perkara itu ke Polres Rohil. “Perkaranya dilimpahkan ke Polres (Rohil) beberapa waktu lalu,” ujar Sunarto, Selasa (21/5).

Terkait perkembangan penanganan perkaranya, mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) itu mengarahkan awak media untuk menanyakan hal itu ke Polres Rohil. “Konfirmasi ke Kapolres Rohil ya,” tandas pria yang akrab disapa Narto itu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rohil, AKP Faris, saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya telah membuat Laporan Polisi (LP) terkait dugaan penganiayaan itu. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari pengusutan yang dilakukan Bid Propam Polda Riau.

“Kita tangani tindak pidana umumnya. Dan kita  sudah buatkan LP-nya,” kata Faris.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Sementara untuk tersangka belum ada, karena menurut dia, penetapan tersangka mesti melalui proses gelar perkara.

“Prosesnya masih berjalan. Dan kita sudah memeriksa tiga sampai empat orang saksi,” pungkas Faris.(dod)

Comments

News Feed