oleh

Srikandi Perlemen Kampar

Reni Santy:
Perempuan Kampar Harus Bisa Mandiri dan Maju

Sebagai seorang Anggota Dewan dari Fraksi Golkar di DPRD Kampar Reni Santy berprinsip untuk berbuat dan membantu orang lain tidak perlu menunggu kaya atau jadi pejabat. Siapapun kalau punya kemauan tidak ada halangan untuk membantu sesama.

Namun menurut Reni dengan menjadi Anggota Legeslatif dirinya bisa lebih banyak lagi akses untuk bisa memberikan bantuan dan berbuat kepada masyarakat Kabupaten Kampar yang membutuhkan khususnya di Daerah Pemilihannya di Kecamatan Tapung Hulu dan Tapung Hilir.

“Saya maju menjadi Anggota Dewan terutama karena ini adalah amanah suami agar bisa berbakti di kampung tempat kelahirannya di Desa Danau Lancang Tapung Hulu, meskipun saya sudah sering berkecimpung di organisasi sosial yang juga selalu memberikan bantuan namun dengan menjadi anggota Perlemen tentu kita bisa lebih banyak lagi membantu masyarakat dengan berbagai program yang ada sesuai dengan aspirasi masyarakat yang telah di sampaikan kepada kita,” tutur Reni.

Reni Santy (paling kanan) bersama Srikandi DPRD Kampar lainnya dan Sekwan.

Maju sebagai Anggota Dewan melalui Partai Golkar menurutnya bukan tanpa alasan, bagi Reni Partai Golkar sudah mendarah daging bagi dirinya dan keluarga, “nenek saya adalah seorang Demang pada zaman Belanda serta ayah saya adalah seorang Camat. Jadi beras yang saya makan dari kecil adalah beras Golkar,” jelas ibu 4 orang Putra yang sangat mengagumi sosok Presiden Soeharto ini.

Bahkan, sebelum menjadi Anggota Dewan, dulu Reni pernah bermimpi bertemu dengan Presiden Indonesia yang kedua tersebut, saking mengagumi sosok Pak Harto, Reni sempat meneteskan air mata dan sangat kehilangan saat Penerima Supersemar itu tutup usia.

Sebagai Anggota Komisi C DPRD Kampar yang membidangi Perkebunan, Perternakan, Pertanian, Ekonomi dan Pembangunan, Reni menyoroti harga komoditi karet masyarakat yang tak stabil serta cenderung turun. “Karena sebagian besar masyarakat Kampar bergantung hidup pada karet saya berharap kepada Pemerintah Daerah khususnya dinas terkait bisa mencarikan solusi untuk permasalahan ini,” harap Reni.

Selain itu Reni juga sangat prihatin dengan nasib masyarakat Kampar yang masih belum bisa menikmati listrik, seperti di daerah Panisan Tapung Hulu dan masih ada beberapa daerah lainnya yang mesti menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah.

Selaku perwakilan perempuan di Perlemen, Reni berharap kepada para perempuan yang ada di Kabupaten Kampar agar bisa mandiri dan harus bisa segala-galanya serta harus maju baik dalam pendidikan dan keterampilan terutama dalam mengayomi keluarga.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya mengenai tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kampar, Reni menilai hal ini terjadi karena kurangnya pendidikan moral di sekolah, dirinya berharap agar pendidikan agama serta moral harus ditingkatkan lagi di tengah – tengah masyarakat terutama di dunia Pendidikan.

Reni Santy juga terkenal sebagai sosok yang memperjuangkan pemerataan pembangunan khususnya di daerah Tapung Hulu dan Tapung Hilir. Menurutnya, saatnya kini Tapung dan sekitarnya harus bangkit.

Lokasi Tapung sangat strategis, jalan dan rumah sudah tertata dengan baik, kebun ada pabrik ada.
Reni juga pernah menyuarakan tentang apa-apa saja yang dibutuhkan di Kecamatan Tapung dan sekitaranya.
Hal itu ia sampaikan saat berlangsung Musrembang Wilayah V yakni, Kecamatan Tapung, Kecamatan Tapung Hulu dan Kecamatan Tapung Hilir, beberapa tahun lalu.

 

Comments

News Feed