oleh

Cuka Asli Selatpanjang Dimusnahkan

SELATPANJANG (HR)-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko dan minimarket yang ada di Kota Selatpanjang Kepulauan Meranti. Hasilnya, sejumlah produk yang tidak punya izin edar berhasil diamankan dan langsung dimusnahkan.

Ada sebanyak 24 jenis bahan makanan yang berhasil disita di salah satu toko Sembako yang berada di Pasar Sandang Pangan. Salah satunya yakni cuka putih dan cuka hitam produksi asli Kota Selatpanjang.

Puluhan jenis bahan makanan yang tidak punya izin edar itu berasal dari Negeri Jiran Malaysia, sedangkan cuka tersebut, masa P IRT nya sudah tidak berlaku lagi.

Kepala Seksi Inspeksi BBPOM Pekanbaru, Ully Mandasari mengatakan Sidak ini dilakukan dalam upaya untuk melindungi masyarakat saat pada bulan Ramadan dan menyambut Idul Fitri.

“Sidak ini dilakukan dalam upaya melindungi masyakarat dari makanan yang mengandung bahan berbahaya. Semua makanan yang beredar ini harus dimusnahkan, karena tidak ada yang menjamin kesehatannya,” kata Ully.

Saat memeriksa di toko tersebut, pihak BBPOM juga menemukan toko Sembako milik Akim juga menyimpan sejumlah bahan makanan yang berbahaya.

Dirinya mengatakan, ada penemuan bahan borak yang dijual untuk keperluan menjadi pengawet bahan makanan.

“Jadi biasanya sawit-sawit yang daunnya mulai menguning itu ditambahkan boraks Pentahidrat namanya. Oleh pengusaha yang nakal itu dijadikan sebagai garam pengembang untuk bahan bakso, kerupuk, tahu, lontong, mi juga ada,” ujar Mandasari.

Efek yang bisa ditimbulkan dari makanan jenis ini dikatakan Manda dapat menimbulkan Kanker bagi tubuh manusia. Produk Boraks yang ditemukan di sana adalah bahan pupuk yang biasa digunakan tanaman sawit.

Akibat penemuan ini pelaku usaha toko Sembako tersebut telah diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak lagi menjual bahan-bahan berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat.

“Nanti kalau masih ditemukan lagi nanti kita akan lanjutkan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tuturnya.

Terhadap bahan pangan tersebut didata oleh BBPOM dan kemudian dimusnahkan di tempat. Pemusnahan langsung oleh pemilik toko.

Selain melakukan Sidak terhadap barang yang tidak layak edar, BBPOM juga melakukan sampling terhadap jajanan di Bazar Ramadan.

Kepada penjual jajanan di Bazar Ramadan yang menjual makanan dengan kandungan berbahaya akan ada tindakan yang diberikan.

“Nanti akan ada pembinaan bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan. Kita akan beritahu bahan pangan yang mana layak dikonsumsi oleh masyarakat,” pungkasnya.

Untuk melakukan pengawasan dikatakan Manda saat ini sudah ada tim terpadu pengawasan bahan berbahaya yang sudah ada di masing-masing dinas terkait.

“Nanti kita akan bersinergi melakukan pengawasan,” ujar Manda.

Terakhir dikatakan Manda pihaknya juga melakukan pembagian brosur informasi terkait bahan-bahan pangan yang berbahaya.

Terpisah Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagprinkop-UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian menyambut baik atas agenda rutin yang dilaksanakan oleh BBPOM Pekanbaru.

“Kami menyambut baik, kemungkinan ini tindaklanjut dari agenda tim terpadu yang kemarin, dan sempat dibahas di Provinsi Riau. Lagipun BBPOM juga rutin laksanakan kegiatan mereka di Meranti,” ujarnya.

Menurutnya, setelah porsi pengawasan pasar diambil alih oleh provinsi, ia mengaku Pemda Kepulauan Meranti tidak bisa berbuat banyak.

“Kalaupun ada temuan kita tegur, ataupun bila ditemukan kejanggalan kami hanya bisa berkoordinasi ke Pemerintah Provinsi dan ke BBPOM Pekanbaru, ” ujarnya.(hrc/mel)

Comments

News Feed